Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 3 Bandara Kembali Beroperasi

Selasa 08 Sep 2026, 11:15 WIB
Ilustrasi suasana bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. . (Sumber: Angkasa Pura Indonesia)
Ilustrasi suasana bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. . (Sumber: Angkasa Pura Indonesia)

POSKOTA.CO.ID - Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung) resmi dibuka kembali pada Selasa, 8 September 2026 dini hari.

Sebelumnya, ketiga bandara tersebut sempat ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pembukaan kembali ini mengacu pada Notice to Air Missions (Notam) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia setelah seluruh fasilitas dinyatakan aman dan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan status resumed operations untuk ketiga bandara itu diterbitkan pada Selasa, 8 September 2026 dini hari.

Baca Juga: Sterilkan Jalan dari Debu Anak Krakatau, Polres Serang Terjunkan Mobil Water Cannon

"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," ujar Arie dalam keterangannya yang diterima di Tangerang, Selasa, 8 September 2026.

Rincian Jam Operasional Bandara

Berdasarkan Notam AirNav Indonesia, status resumed operations untuk ketiga bandara berlaku mulai Selasa dini hari dengan rincian jadwal sebagai berikut:

  • Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang): Beroperasi mulai pukul 00.30 WIB.
  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta): Beroperasi mulai pukul 00.40 WIB.
  • Bandara Husein Sastranegara (Bandung): Beroperasi mulai pukul 00.42 WIB.

Arie menegaskan bahwa seluruh fasilitas sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side) telah siap melayani pengguna jasa.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Penerbangan Batal, Puluhan Jemaah Umrah Bengkulu Tertahan

Sebelum izin operasi dikeluarkan, tim di lapangan telah melakukan pembersihan abu vulkanik di area apron, taxiway, hingga runway, serta menggelar uji kekesatan landasan pacu.

"Uji kekesatan di runway menunjukkan fasilitas memenuhi standar dan persyaratan keselamatan penerbangan," ujar Arie.

Pemulihan Dilakukan Bertahap lewat ATFM

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa penerbangan tidak langsung beroperasi dengan kapasitas penuh. Pengaturan arus lalu lintas udara dilakukan secara bertahap menggunakan sistem Air Traffic Flow Management (ATFM).

Langkah ini diambil untuk mengurai penumpukan penerbangan yang terdampak penutupan sebelumnya, sekaligus menyesuaikan kapasitas apron secara terukur.

Baca Juga: Sejarah Gunung Krakatau dan Anak Krakatau, dari Letusan Dahsyat hingga Tsunami 2018

Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang di darat, pihak pengelola bandara juga telah berkoordinasi dengan operator transportasi publik guna memastikan ketersediaan armada lanjutan menuju dan keluar dari bandara.

"Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan berjalan aman dan tertib," kata Heru.

Pihak pengelola bandara mengimbau seluruh calon penumpang untuk tidak langsung memadati area bandara sebelum mengonfirmasi status penerbangan mereka.

“Meski operasional penerbangan telah kembali dibuka, kami mengimbau calon penumpang untuk tidak langsung berangkat sebelum memastikan kembali jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai,” ucap Heru.


Berita Terkait


News Update