Sempat Lompat ke Rel, Penumpang KRL Stasiun Tanah Abang Diduga Alami Gangguan Kesehatan Mental

Selasa 08 Sep 2026, 13:02 WIB
Ilustrasi penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek. (Sumber: KAI Commuter)
Ilustrasi penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek. (Sumber: KAI Commuter)

TANAH ABANG, POSKOTA.CO.ID - Aksi tanggap petugas pengamanan Stasiun Tanah Abang bersama masinis KAI Commuter berhasil menggagalkan dugaan aksi bunuh diri seorang penumpang pada Senin, 7 September 2026 sore. Penumpang yang melompat ke jalur rel peron 2 tersebut berhasil dievaluasi dalam kondisi selamat tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.50 WIB, tepat sebelum Commuter Line relasi Manggarai memasuki peron 2.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa masinis langsung melakukan pengereman darurat begitu melihat penumpang melompat ke area rel.

"Masinis melakukan pengereman untuk menghindari benturan. Setelah kereta berhenti, penumpang tersebut kembali naik ke peron dan langsung diamankan petugas," ujar Karina, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga: Link Loker KAI September 2026 untuk SMA hingga S1, Cek Formasi, Syarat dan Cara Daftarnya

Karina memastikan insiden ini tidak sampai melumpuhkan perjalanan Commuter Line. Layanan naik-turun penumpang di Stasiun Tanah Abang kembali berjalan normal setelah proses penanganan di lokasi selesai.

“KAI Commuter juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan berbahaya yang mengancam keselamatan pribadi maupun perjalanan umum,” ucapnya.

Kondisi Mental Tidak Stabil, Penumpang Diserahkan ke Yayasan Rehabilitasi

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan bahwa petugas Petugas Keamanan Dalam (PKD) bersama BKO Marinir langsung mengamankan serta menenangkan penumpang yang bersangkutan di Pos Keamanan stasiun.

Berdasarkan hasil interogasi awal, penumpang cenderung diam dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental. Demi menjaga kestabilan psikologisnya, polisi dan pihak stasiun memutuskan tidak mencecar penumpang dengan pemeriksaan lebih mendalam.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional 4 September 2026, Ini Daftar Promo Menarik dari KAI hingga PosAja

"Saat dimintai keterangan, penumpang cenderung bungkam. Demi menjaga kondisi psikologisnya agar tidak semakin terganggu, proses interogasi tidak kita lanjutkan," terang Dhimas.


Berita Terkait


News Update