POSKOTA.CO.ID - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 menyebabkan abu vulkanik hasil letusan menyebar ke sejumlah wilayah, mulai dari Lampung, Banten, Jakarta hingga Jawa Barat.
Akibat paparan abu vulkanik, sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak Senin, 7 September yang diperpanjang hingga hari ini, Selasa, 8 September 2026.
Berdasarkan penuturan resmi Badan Geologi lewat akun media sosialnya, erupsi Naka Krakatau yang berlangsung terus menerus selama 25 jam telah berhenti dan digantikan dengan erupsi strombolian.
Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Sudah Berhenti Atau Belum? Ini Penjelasan PVMBG dan BMKG
"Tiga kali erupsi strombolian terjadi setelah episode erupsi menerus berakhir," tulis Badan Geologi, seperti dikutip dari akun Threads @badan.geologi.
Lantas, apakah berhentinya episode panjang erupsi Gunung Anak Krakatau turut membuat abu vulkanik yang menyebar ke Jakarta ikut berhenti?
Apakah Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Ada di Jakarta?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
BMKG menyebut, abu vulkanik mulai menjauhi Gunung Anak Krakatau per hari ini, Selasa, 8 September 2026 pukul 04.00 WIB.
Baca Juga: Update Jadwal Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta: Kembali Beroperasi Normal 8 September 2026
"Sebaran abu vulkanik GAK (Gunung Anak Krakatau) diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," demikian keterangan resmi BMKG.
Menurut BMKG, abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.
