Jakarta Bebas Abu Anak Krakatau, Pemprov DKI Tetap Siram Water Mist Bersihkan Sisa Residu Udara

Selasa 08 Sep 2026, 18:46 WIB
Pemprov Jakarta menangani dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui operasi water mist dan penyiraman di sejumlah wilayah. (Sumber: Dok. DLH Jakarta)
Pemprov Jakarta menangani dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui operasi water mist dan penyiraman di sejumlah wilayah. (Sumber: Dok. DLH Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wilayah Jakarta dipastikan telah berada di luar zona bahaya sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kendati sebaran debu telah sirna dari peta pemantauan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta tetap melakukan serangkaian langkah siaga darurat.

Petugas masih terus memantau dinamika kualitas udara dan berkoordinasi intensif bersama BMKG serta PVMBG guna mengantisipasi arah angin susulan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, membenarkan bahwa sebaran abu vulkanik baru sudah tidak lagi menembus kawasan Ibu Kota sejak Senin, 7 September 2026.

"Antisipasi tetap kita lakukan dengan terus berkoordinasi dan memonitoring serta berkomunikasi dengan BMKG dan PVMBG," kata Marulitua saat dikonfirmasi, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga: Heboh Ramalan Gempa Besar Indonesia 2026 hingga M 9, Apakah Benar? Ini Penjelasan BMKG

Puluhan Armada Tangki Air Dikerahkan

Guna membersihkan sisa residu abu yang menempel di pepohonan serta menekan partikulat halus di udara, Pemprov Jakarta mengoperasikan belasan unit armada water mist di koridor jalan protokol.

"Namun, karena abu vulkanis berada di lapisan udara, kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu penerbangan," ujarnya.

Marulitua menyampaikan, penyemprotan air menyasar kawasan Silang Monas, Jalan Thamrin-Sudirman, hingga ruas jalan utama di lima wilayah kota administratif.

Menurutnya, pengerahan armada tangki air dari Dinas Gulkarmat, DLH, hingga Distamhut tersebut dilakukan guna mengembalikan kesegaran kualitas udara ibu kota.

Baca Juga: Sebaran Abu Anak Krakatau Bergerak ke Samudra Hindia, Jakarta Keluar dari Zona Bahaya

"Sudah turun sebaran abunya, sekarang sudah tidak ada lagi masuk ke wilayah Jakarta berdasarkan peta sebaran abu vulkanis yang dikeluarkan oleh BMKG," ucapnya.

Selain penyemprotan massal, BPBD Jakarta telah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. Pelaksanaan operasi tebar garam di langit tersebut kini tinggal menunggu analisis kondisi potensi awan hujan yang aman dari BMKG.


Berita Terkait


News Update