Sebaran Abu Anak Krakatau Bergerak ke Samudra Hindia, Jakarta Keluar dari Zona Bahaya

Selasa 08 Sep 2026, 17:33 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Sumber: Dok.esdm.go.id)
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Sumber: Dok.esdm.go.id)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wilayah Jakarta dan sekitarnya berada di luar zona bahaya penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan peta Significant Meteorological Information (SIGMET) terkini, sebaran abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi daratan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pergerakan material abu dominan mengarah ke barat daya menuju perairan terbuka Samudra Hindia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, pengujian paper test berkala menunjukkan hasil negatif paparan abu vulkanik di area landasan pacu.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman," kata Faisal dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Siang Ini 8 September 2026, Cek Update Terbarunya

Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau berada hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,13 km. Berdasarkan pengamatan, abu dari erupsi itu bergerak ke arah selatan-barat daya dengan kecepatan sekitar 5-10 knot atau 9,3-18,5 kilometer per jam.

"Berdasarkan pemodelan cuaca, angin pada lapisan rendah hingga menengah diprediksi masih membawa abu vulkanik menjauhi Pulau Jawa menuju perairan Samudra Hindia," ujarnya.

Erupsi Kecil Strombolian Terdeteksi

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menuturkan, abu bergerak pada ketinggian rendah sekitar 7.000 kaki dengan kecepatan 5-10 knot.

"Wilayah yang terdampak berada di sebagian kawasan barat daya Banten serta perairan Samudra Hindia. Berdasarkan pola pergerakannya, belum terlihat indikasi abu vulkanik menyebar secara dominan ke wilayah bandara utama, termasuk Bandara Soekarno-Hatta," ucapnya.

Baca Juga: Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 3 Bandara Kembali Beroperasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memang merekam letusan baru bertipe strombolian dengan durasi singkat 19 detik, Selasa, 8 September 2026, pagi.


Berita Terkait


News Update