POSKOTA.CO.ID- Kualitas udara di sejumlah wilayah perkotaan menjadi perhatian seiring sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, hingga hari ini, Senin, 7 September 2026
Pemantauan kualitas udara hari ini semakin penting karena kondisi atmosfer tidak selalu sama dari pagi hingga malam.
Pada Senin 7 September 2026, kondisi kualitas udara Jakarta sendiri tercatat berada pada indeks Air Quality Index (AQI) 101 berdasarkan data yang dipantau pada pukul 09.00 WIB.
Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok sensitif dapat lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang kurang baik.
Selain Jakarta, masyarakat juga dapat memantau kondisi udara di sejumlah wilayah yang masuk kawasan Jabodetabek, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Pemantauan juga dapat diperluas ke sejumlah kota lain, termasuk Bandar Lampung, Banten, hingga Bandung, untuk mengetahui perbandingan kondisi udara di masing-masing wilayah.
Informasi kualitas udara saat ini dapat diperoleh secara real-time melalui sejumlah platform digital.
Lantas, bagaimana kondisi kualitas udara di Jabodetabek hingga Bandung hari ini, 7 September 2026?
Berapa nilai AQI Jakarta dan kota-kota lainnya, serta bagaimana cara mengecek kualitas udara secara real-time melalui HP? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Polda Banten Gagalkan Penyelundupan Lobster ke Palembang, 150 Ribu Benih Disita
Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini Lewat HP
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau kualitas udara adalah melalui platform IQAir. Berikut cara mengeceknya.
- Buka situs IQAir atau aplikasi IQAir AirVisual: Akses layanan melalui browser di HP atau gunakan aplikasi IQAir AirVisual apabila telah terpasang pada perangkat.
- Masukkan nama kota: Ketik nama lokasi yang ingin dipantau pada kolom pencarian, seperti Jakarta, Bandar Lampung, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, atau Bandung.
- Periksa nilai AQI: Lihat angka Air Quality Index yang ditampilkan untuk mengetahui kondisi kualitas udara terkini di lokasi tersebut.
- Cek polutan utama: Perhatikan jenis polutan yang menjadi penyumbang utama, termasuk PM2.5 maupun ozon (O₃).
- Perhatikan kategori kualitas udara: Periksa kategori yang ditampilkan, mulai dari Baik, Sedang, Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, hingga kategori dengan tingkat pencemaran yang lebih tinggi.
- Gunakan fitur prakiraan: Manfaatkan informasi prakiraan untuk melihat kemungkinan perubahan kualitas udara pada jam atau hari berikutnya.
Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau dan adanya informasi mengenai sebaran abu vulkanik, masyarakat juga perlu memperhatikan pembaruan dari lembaga resmi.
Informasi mengenai aktivitas gunung api, arah sebaran abu, kondisi cuaca, hingga potensi dampaknya dapat berubah sesuai hasil pemantauan terbaru.
Masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak sebaiknya mengikuti arahan dari instansi terkait dan tidak hanya mengandalkan informasi dari platform digital.
