JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Rencana penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) memasuki babak baru. Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Ragunan telah menyepakati adanya rencana kenaikan harga tiket masuk dari yang berlaku saat ini.
Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kualitas fasilitas, standar keamanan, hingga efisiensi anggaran daerah.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan layanan di area Ragunan. Menurutnya, tarif yang berlaku saat ini sudah tidak relevan.
"Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat," ujar Dimaz, Jumat, 4 September 2026.
Baca Juga: Pengunjung Ragunan Nikmati Layanan Kesehatan Posko Siaga Lebaran PMI Jaksel
Kendati demikian, Komisi C merencanakan penyesuaian harga tiket masuk menjadi Rp10.000 per orang. Angka ini dinilai masih sangat rasional dan terjangkau jika dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Saat ini, harga tiket Ragunan tercatat sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.
“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” tutur dia.
Senada dengan Dimaz, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth atau akrab disapa Bang Kent, menilai penyesuaian tarif memang perlu dilakukan demi membenahi berbagai sarana dan prasana di Ragunan.
Baca Juga: 82 Ribu Pengunjung Padati Taman Margasatwa Ragunan Hari Kedua Lebaran
Ia menyampaikan beberapa catatan kritis hasil inspeksi lapangan yang melandasi pentingnya penyesuaian tarif ini, antara lain:
