Pergerakan angin terus diamati karena dapat menentukan arah sebaran abu vulkanik.
Keselamatan penerbangan
Pemerintah tidak ingin membuka bandara hanya berdasarkan satu indikator, tetapi mempertimbangkan kondisi secara menyeluruh.
Pemantauan bandara sekitar Gunung Anak Krakatau
Pemeriksaan juga menjadi pertimbangan untuk bandara lain yang berada di sekitar wilayah terdampak.
"Kami ingin memastikan lagi sebelum kami membuka Bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau," imbuhnya.
Baca Juga: Sterilkan Jalan dari Debu Anak Krakatau, Polres Serang Terjunkan Mobil Water Cannon
Pemerintah Masih Menunggu Kondisi Lebih Aman
Dengan demikian, hasil paper test yang negatif belum otomatis membuat Bandara Soetta kembali beroperasi. Keputusan pembukaan tetap menunggu hasil pemantauan lanjutan terhadap abu vulkanik dan kondisi angin.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memilih berhati-hati dalam menentukan operasional penerbangan. Bagi penumpang, perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan keputusan resmi pemerintah menjadi informasi penting sebelum melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
