Bandara Soekarno-Hatta Belum Dibuka, Hasil Tes Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Negatif

Senin 07 Sep 2026, 20:05 WIB
Bandara Soekarno-Hatta masih belum dibuka setelah pemerintah melakukan empat kali pengujian abu vulkanik. (Poskota/Veronica)
Bandara Soekarno-Hatta masih belum dibuka setelah pemerintah melakukan empat kali pengujian abu vulkanik. (Poskota/Veronica)

POSKOTA.CO.ID - Bandara Soekarno-Hatta belum kembali dibuka meski hasil pengujian abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau menunjukkan hasil negatif. Pemerintah masih menunggu kondisi angin benar-benar stabil sebelum memutuskan operasional bandara kembali berjalan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pengujian atau paper test telah dilakukan sebanyak empat kali di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Dari seluruh pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan abu vulkanik.

"Dapat kami laporkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta sudah kami lakukan sebanyak empat kali pengetesan atau paper test dan kami temukan hasilnya negatif. Namun demikian, kami tidak langsung serta-merta kami buka pada saat ini," kata Dudy dalam rapat terbatas penanganan bencana bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Senin (7/9/2026).

Hasil negatif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa abu vulkanik belum terdeteksi di area bandara. Namun, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau masih perlu dipantau.

Baca Juga: Sebaran Abu Anak Krakatau Meluas hingga Samudra Hindia, 8 Bandara Ditutup Sementara

Perubahan Arah Angin Jadi Pertimbangan Pemerintah

Menurut Dudy, persoalannya bukan hanya apakah abu vulkanik sudah terdeteksi atau belum. Arah angin juga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi ke mana abu vulkanik bergerak dan seberapa luas wilayah yang terdampak.

Pemerintah mencermati adanya perubahan arah angin yang terjadi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pemantauan perlu dilakukan lebih lanjut sebelum aktivitas penerbangan di Bandara Soetta kembali dibuka.

"Kami ingin memastikan betul mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin yang semula bergerak ke arah timur dari barat, kemudian bergerak ke arah timur," ujar Dudy.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan kondisi tersebut tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan penerbangan.

Alasan Bandara Soetta Belum Dibuka

Ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian pemerintah sebelum operasional Bandara Soekarno-Hatta diputuskan kembali:

Hasil pengujian abu vulkanik

Paper test yang dilakukan empat kali sejauh ini menunjukkan hasil negatif.

Perubahan arah angin

Pergerakan angin terus diamati karena dapat menentukan arah sebaran abu vulkanik.

Keselamatan penerbangan

Pemerintah tidak ingin membuka bandara hanya berdasarkan satu indikator, tetapi mempertimbangkan kondisi secara menyeluruh.

Pemantauan bandara sekitar Gunung Anak Krakatau

Pemeriksaan juga menjadi pertimbangan untuk bandara lain yang berada di sekitar wilayah terdampak.

"Kami ingin memastikan lagi sebelum kami membuka Bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau," imbuhnya.

Baca Juga: Sterilkan Jalan dari Debu Anak Krakatau, Polres Serang Terjunkan Mobil Water Cannon

Pemerintah Masih Menunggu Kondisi Lebih Aman

Dengan demikian, hasil paper test yang negatif belum otomatis membuat Bandara Soetta kembali beroperasi. Keputusan pembukaan tetap menunggu hasil pemantauan lanjutan terhadap abu vulkanik dan kondisi angin.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memilih berhati-hati dalam menentukan operasional penerbangan. Bagi penumpang, perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan keputusan resmi pemerintah menjadi informasi penting sebelum melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta.


Berita Terkait


News Update