Kondisi tersebut dipengaruhi oleh arah angin, konsentrasi material di atmosfer, serta kondisi cuaca di masing-masing daerah.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan.
Baca Juga: Polri Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla, Mayoritas Perorangan dan Belum Ada Korporasi
2. Sebaran Abu Bergerak ke Lampung hingga Bengkulu
Selain bergerak ke arah timur, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga terpantau menuju arah barat daya hingga barat laut.
Jalur sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Lampung hingga Bengkulu.
Pada jalur ini, abu vulkanik terpantau dari permukaan hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki.
Wilayah yang masuk dalam cakupan sebaran juga meliputi sebagian Banten, kawasan perairan Selat Sunda bagian selatan hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.
"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten," tulis pihak BMKG.
Pergerakan menuju wilayah Sumatra tersebut membuat masyarakat di sejumlah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar.
3. Sebaran Abu Vulkanik di Bandara
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak pada operasional sejumlah bandara.
Sebanyak empat bandara mengalami penutupan sementara sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Keempat bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Budiarto Curug.
