Getaran Erupsi Gunung Anak Krakatau Terasa hingga Pandeglang, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Sabtu 05 Sep 2026, 11:32 WIB
Visual kondisi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada malam hari. (Sumber: Istimewa)
Visual kondisi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada malam hari. (Sumber: Istimewa)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi secara terus menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Sabtu, 5 September 2026 pagi.

Erupsi berdurasi panjang ini memicu fenomena lava fountain (air mancur lava) yang disertai dentuman serta getaran kuat, hingga membuat warga di Kabupaten Pandeglang, Banten, panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau (PVMBG) Badan Geologi KESDM periode pengamatan Sabtu, 5 September 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, gunung api setinggi 157 mdpl di Perairan Selat Sunda tersebut kini berstatus Level III (Siaga).

Pengamat mencatat terjadi satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 mm dan durasi ekstrem mencapai 21.600 detik (6 jam). Suara dentuman dan gemuruh erupsi terdengar jelas dari Pos GAK Pasauran.

Baca Juga: Anak Gunung Krakatau Erupsi, Masyarakat Dihimbau Waspada Hingga Radius 5 KM

Rumah Bergetar, Warga Panik Keluar Rumah

Dampak getaran erupsi terasa hingga ke sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, salah satunya di Kecamatan Cisata. Sejumlah warga mengaku panik lantaran getaran yang terjadi menyerupai gempa bumi.

Ade, seorang warga Cisata, menuturkan bahwa getaran mulai terasa sejak Jumat malam dan berlangsung cukup lama hingga membuat pintu dan jendela rumahnya bergetar hebat.

"Kami kaget dan panik ketika rumah bergetar, apalagi terdengar suara gemuruh dari kejauhan. Karena getaran terus terjadi, kami tidak berani tinggal di dalam rumah karena khawatir ada benda jatuh," ujar Ade kepada Pos Kota, Sabtu.

Hal senada disampaikan Yanti, warga Pandeglang lainnya. Ia mengaku terpaksa keluar rumah bersama keluarganya karena pintu dan jendela rumah bersuara keras akibat getaran menerus tersebut.

Baca Juga: Anak Gunung Krakatau Erupsi Tinggi Letusan 300 Meter di Atas Puncak, Wisatawan dan Pendaki Dilarang Mendekat

"Jendela dan pintu selalu 'gebrag-gebruk'. Kami kaget sampai akhirnya memilih keluar rumah," kata Yanti.

Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau berawan hingga mendung dengan angin lemah-sedang ke arah barat laut. Asap kawah tidak teramati secara langsung, namun fenomena lava fountain terlihat jelas pada malam hari. Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan mati akibat terkena lontaran material erupsi.

Menyikapi peningkatan aktivitas ini, PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif.

Meskipun getaran dan suara gemuruh dirasakan cukup hebat di beberapa kecamatan di Pandeglang, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan akibat erupsi tersebut.


Berita Terkait


undefined
Nasional

Gunung Krakatau Jumat Malam Meletus

News Update