DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Musim kemarau ekstrem mengakibatkan debit air di Setu Cilodong, Kota Depok, menyusut drastis. Tumpukan sampah pun naik ke permukaan.
Yudha, 60 tahun, warga Grand Depok City, mengungkapkan, kemunculan tumpukan sampah ke permukaan yang mengeluarkan aroma bau tak sedap.
"Air kering hingga tampak lumpur dan tumpukan sampah industri rumahan terlihat sangat kotor sekali," kata Yudha saat ditemui Poskota di lokasi, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, fenomena ini sekitar berjalan dua pekan terakhir. Aroma tidak sedap itu juga dikeluhkan mengganggu pernapasan warga sekitar.
Baca Juga: Aksi Pencurian Ayam di Cipayung Depok Viral, Pelaku Terekam CCTV Bawa Sajam
"Dampak gunungan sampah yang naik ke permukaan bersamaan lumpur membuat tercium aroma tidak sedap. Sehingga sangat terganggu sekali lama kelamaan bisa terganggu pernapasan," ujarnya.
Warga setempat dan petugas kebersihan sempat menggelar aksi membersihkan Setu Cilodong dari endapan lumpur dan sampah. Namun, hasil kegiatan itu dinilai jauh dari ekspetasi.
Sampah Kiriman Bogor
Tumpukan limbah rumah tangga dan industri tersebut ditengarai berasal dari aliran kali kecil di wilayah Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor, yang bermuara di Setu Cilodong. Sampah kini tampak menutupi bibir turap hingga sepertiga luas danau, terutama area bagian dalam setu.
Selain faktor limbah kiriman, minimnya kesadaran oknum pedagang sekitar yang kerap membuang sampah sapuan ke dalam danau turut memperparah kerusakan ekosistem.
Baca Juga: Sosok Warga Depok yang Jadi Tentara Bayaran Rusia Siapa? Ini Identitasnya yang Terungkap
"Tingkat kesadaran masyarakat khususnya para pedagang masih kurang. Mau bersih depan dagangan usaha, tapi sampah yang disapu setelah itu pada dibuang ke Danau. Namun ada juga pedagang sadar tidak boleh merusak ekosistem setu setiap bersih-bersih selalu membakar sampah," ucapnya.
