DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Rencana pemerintah untuk memperketat distribusi tabung gas LPG 3 kg berbasis desil ekonomi menuai tanggapan positif dari masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Depok. Langkah ini dinilai tepat agar barang bersubsidi tersebut benar-benar dinikmati oleh warga kelas menengah ke bawah.
Narsiti (52), seorang pedagang warung nasi uduk di Jalan Raya Kavling, Pancoran Mas, mengaku sangat mendukung jika aturan tersebut benar-benar direalisasikan.
Menurutnya, kelompok masyarakat yang secara finansial sudah mampu seharusnya beralih menggunakan tabung gas 12 kg.
"Sejak beralih dari kompor minyak tanah dulu, saya selalu pakai gas 3 kg untuk dagang. Kalau memang ada kebijakan baru berbasis desil untuk warga kurang mampu dan UMKM, itu sudah semestinya. Tapi masalahnya, pengawasan di lapangan harus diperketat supaya tepat sasaran," ujar Narsiti saat ditemui Pos Kota di warungnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Baca Juga: Wacana Pembatasan Gas Melon Pakai NIK KTP dan Desil, Pengamat Soroti Nasib UMKM
Narsiti, yang menghabiskan rata-rata lima tabung gas 3 kg per minggu untuk usahanya, menambahkan bahwa kondisi ekonomi saat ini sudah cukup memberatkan.
Ia berharap kebijakan pembatasan ini tidak diiringi dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya.
"Harga-harga barang sekarang sudah mencekik leher. Kalau modal dagang makin mahal dan harga makanan saya naikkan, pelanggan pasti teriak dan kabur. Harapannya pemerintah lebih peduli pada rakyat kecil," tambah wanita yang sudah berjualan sejak 1998 tersebut.
Dukungan serupa disampaikan oleh Aji (47), seorang pengemudi ojek online asal Pancoran Mas. Ia menilai selama ini pemanfaatan LPG 3 kg masih sering salah sasaran karena kerap dikonsumsi oleh kelompok masyarakat mampu.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Perketat Pengawasan Penyaluran Gas 3 Kg
"Sering kita lihat orang yang secara ekonomi mampu tapi masih ikut pakai tabung melon. Makanya, kalau kebijakan desil ini diberlakukan, pengawasannya jangan setengah-setengah atau putus di tengah jalan. Harus ada pemantauan konkrit langsung di masyarakat," tegas Aji.
