Koordinator aksi lainnya, Ilham, mengatakan terdapat sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Salah satunya mendesak Bupati Pandeglang mencopot kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai gagal memenuhi target PAD.
Mahasiswa juga menuntut DPRD Pandeglang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pengelola parkir, pariwisata, pasar, hotel, restoran, serta perusahaan yang dinilai tidak memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi.
"Kami juga menuntut DPRD Pandeglang menghapus anggaran peningkatan kapasitas anggota DPRD sebesar Rp1,1 miliar dan mengalihkannya untuk kegiatan lain yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Pandeglang, A Khotibul Umam, menyambut baik aksi unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa.
Pihaknya berjanji, aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti.
"Kami siap menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa ini," tuturnya di hadapan ratusan mahasiswa.
