POSKOTA.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robot humanoid diperkirakan bakal mengubah cara manusia menjalani kehidupan dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu prediksi yang cukup mencuri perhatian datang dari Elon Musk, yang memperkirakan jumlah robot humanoid di Bumi dapat melampaui populasi manusia pada 2040.
Musk bahkan memperkirakan jumlah robot humanoid bisa mencapai sekitar 10 miliar unit. Jika prediksi tersebut terealisasi, jumlahnya akan menjadi jauh lebih besar dibandingkan populasi manusia dunia.
Pandangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah robot. Musk juga melihat perkembangan AI dan robot sebagai bagian dari perubahan besar dalam dunia kerja, produktivitas, hingga cara manusia memandang uang.
Meski begitu, angka tersebut tetap merupakan prediksi Elon Musk, bukan proyeksi yang sudah menjadi kepastian. Perkembangan teknologi, biaya produksi, regulasi, kebutuhan industri, serta penerimaan masyarakat akan menentukan seberapa cepat robot humanoid benar-benar digunakan secara luas.
Baca Juga: Daftar Harga HP Samsung 1 September 2026, Galaxy S26 hingga A07
Harga Robot Humanoid Diperkirakan Makin Terjangkau
Salah satu faktor penting dalam mempercepat penggunaan robot adalah harga. Dalam skenario yang disampaikan Musk, robot humanoid pada masa depan dapat memiliki harga sekitar 20.000 hingga 25.000 dolar AS.
Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta, tergantung kurs yang berlaku.
Harga tersebut memang masih tergolong tinggi bagi sebagian besar masyarakat. Namun, jika dibandingkan dengan biaya produksi robot canggih saat ini dan melihat potensi penurunan harga akibat produksi massal, angka tersebut dapat membuka peluang penggunaan robot di lebih banyak sektor.
Robot humanoid nantinya tidak hanya dibayangkan bekerja di lingkungan industri. Kemampuannya dapat berkembang untuk membantu pekerjaan rumah, layanan, logistik, hingga berbagai aktivitas yang selama ini membutuhkan tenaga manusia.
AI dan Robot Bisa Mengubah Makna Pekerjaan
Prediksi Musk yang tidak kalah menarik menyangkut masa depan pekerjaan. Ia memperkirakan AI dan robot dapat membuat manusia tidak lagi harus bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam skenario tersebut, pekerjaan bisa berubah menjadi sesuatu yang dilakukan karena manusia memang ingin melakukannya.
“Manusia akan bekerja bukan karena terpaksa, tetapi karena ingin bekerja,” demikian gambaran Musk mengenai masa depan ketika kebutuhan dasar semakin mudah dipenuhi oleh otomatisasi.
Gagasan ini berangkat dari asumsi bahwa produktivitas robot akan meningkat sangat tinggi. Jika mesin mampu menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah besar dengan biaya rendah, kebutuhan hidup berpotensi menjadi lebih murah dan melimpah.
Beberapa perubahan yang diprediksi Elon Musk:
- Populasi robot humanoid meningkat hingga sekitar 10 miliar unit pada 2040.
- Harga robot turun ke kisaran 20.000–25.000 dolar AS.
- Pekerjaan manusia berubah, dari kebutuhan ekonomi menjadi pilihan atau aktivitas yang diminati.
- Peran uang berpotensi berubah ketika barang dan jasa menjadi semakin melimpah.
Kemampuan AI dalam pemrograman meningkat, bahkan Musk memprediksi AI dapat melampaui programmer manusia dalam kemampuan menulis perangkat lunak mulai 2027.
Baca Juga: Harga iPhone di iBox September 2026: iPhone 14, 15, 16, hingga iPhone 17 Pro Max
Masa Depan Robot Masih Bergantung pada Banyak Faktor
Prediksi tersebut menggambarkan masa depan yang sangat bergantung pada kemajuan AI dan robotika. Namun, teknologi tidak berkembang dalam ruang hampa. Regulasi, keamanan, kebutuhan pasar, konsumsi energi, biaya produksi, dan kemampuan robot memahami lingkungan nyata tetap menjadi tantangan.
Karena itu, angka 10 miliar robot humanoid pada 2040 sebaiknya dipandang sebagai gambaran optimistis mengenai arah perkembangan teknologi, bukan kepastian.
Jika kemajuan AI dan robotika berlangsung seperti yang diperkirakan Musk, perubahan yang terjadi mungkin bukan sekadar bertambahnya jumlah mesin. Cara manusia bekerja, mendapatkan penghasilan, hingga menentukan alasan seseorang memilih untuk bekerja juga berpotensi ikut berubah.
