Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Merdeka Run 2026 yang dihadiri lebih 12 ribu perseta di Jakarta, Sabtu , 29 Agustus 2026, akan menjadi gelaran terakhir peringatan bulan kemerdekaan tahun ini.
Diberitakan, Merdeka Run menghadirkan rute sepanjang 8 kilometer bagi peserta umum. Merdeka Run juga diperuntukkan bagi peserta berkebutuhan khusus dengan rute sepanjang 2,5 kilometer.
“Hari ini 31 Agustus merupakan hari terakhir peringatan bulan kemerdekaan karena esok hari sudah 1 September 2026,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Bulan kemerdekaan boleh berakhir, tetapi semangat kemerdekaan tak boleh padam, harus tetap menyala dalam dada dan jiwa kita, bangsa Indonesia,” tambah Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Awas Kekeringan, Mari Hemat Air
“Setuju. Merdeka bukan hanya berarti bebas dari penjajahan secara fisik. Merdeka bisa diartikan secara luas seperti tidak terikat atau tergantung kepada pihak lain,” ujar Heri.
“Dulu kita merdeka dari penjajahan, sekarang kita harus merdeka dari tekanan, diskriminasi, merdeka dari ketidakadilan, merdeka dari ketidakjujuran, merdeka pula dari pungli dan tindak pidana korupsi. Semangat itu yang harus tetap menyala,” urai mas Bro.
“Bukan hanya semangatnya yang menyala, terpenting menjadi realita dalam kehidupan nyata sehari – hari,” ujar Heri
“Kalau misalnya kita masih mendapat tekanan ekonomi, berarti belum merdeka dari kondisi ekonomi dong?” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Persaingan Elite Parpol Kian Ketat di ‘Dapil Neraka’
“Itu tergantung dari tafsirannya gimana, mengingat merdeka bisa diartikan juga sudah berdiri sendiri, mandiri. Kalau masih mendapat suntikan dana, bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, boleh juga dikatakan pribadi yang belum mandiri secara ekonomi,” jelas mas Bro.
“Apakah yang demikian bisa disebut belum merdeka dari sisi ekonomi, itu tergantung dari sudut mana kita memandangnya,” kata Heri.
“Yang jelas, yang lebih dapat merasakan adalah pribadi yang bersangkutan, secara keseluruhan adalah rakyat Indonesia,” kata Yudi.
“Tetapi bahwa kita semua ingin bebas dari kemiskinan, kesenjangan sosial ekonomi, serta bebas dari ketidakadilan adalah harapan kita semua. Kita pun tahu pemerintah un terus berupaya menurunkan angka kemiskinan, meniadakan kesenjangan, setidaknya mempersempit jurang kesenjangan,” urai mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tanda-Tanda Reshuffle Mulai Terlihat
“Jadi harus terus kita pekikkan semangat merdeka , merdeka dan merdeka ya,” tanya Yudi.
“Itu bagian dari upaya menyalakan semangat kemerdekaan tetap menggelora, tak hanya selama bulan kemerdekaan berkaitan dengan peringatan HUT RI, tetapi di bulan-bulan lainnya,” kata Heri.
“Bulan kemerdekaan boleh selesai , tetapi semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur sebagai cita-cita kemerdekaan tak boleh padam,” ujar mas Bro.
