“Itu tergantung dari tafsirannya gimana, mengingat merdeka bisa diartikan juga sudah berdiri sendiri, mandiri. Kalau masih mendapat suntikan dana, bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, boleh juga dikatakan pribadi yang belum mandiri secara ekonomi,” jelas mas Bro.
“Apakah yang demikian bisa disebut belum merdeka dari sisi ekonomi, itu tergantung dari sudut mana kita memandangnya,” kata Heri.
“Yang jelas, yang lebih dapat merasakan adalah pribadi yang bersangkutan, secara keseluruhan adalah rakyat Indonesia,” kata Yudi.
“Tetapi bahwa kita semua ingin bebas dari kemiskinan, kesenjangan sosial ekonomi, serta bebas dari ketidakadilan adalah harapan kita semua. Kita pun tahu pemerintah un terus berupaya menurunkan angka kemiskinan, meniadakan kesenjangan, setidaknya mempersempit jurang kesenjangan,” urai mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tanda-Tanda Reshuffle Mulai Terlihat
“Jadi harus terus kita pekikkan semangat merdeka , merdeka dan merdeka ya,” tanya Yudi.
“Itu bagian dari upaya menyalakan semangat kemerdekaan tetap menggelora, tak hanya selama bulan kemerdekaan berkaitan dengan peringatan HUT RI, tetapi di bulan-bulan lainnya,” kata Heri.
“Bulan kemerdekaan boleh selesai , tetapi semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur sebagai cita-cita kemerdekaan tak boleh padam,” ujar mas Bro.
