Kisah Bambang Raminto, Driver Ojol yang Berkesempatan Umrah Setelah Kehilangan Anak

Senin 31 Agu 2026, 15:25 WIB
Dilepas Menhub, 70 Driver Gojek Tunaikan Umrah, Termasuk Bambang Raminto (Sumber: Istimewa)
Dilepas Menhub, 70 Driver Gojek Tunaikan Umrah, Termasuk Bambang Raminto (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Di balik riuhnya jalanan Jakarta dan rutinitas mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain, Bambang Raminto menyimpan kisah panjang tentang perjuangan, kesetiaan, dan rasa kehilangan.

Sejak bergabung sebagai mitra driver Gojek pada 2010, Bambang telah melewati berbagai fase perjalanan. Dari masa ketika layanan Gojek masih mengandalkan pemesanan melalui telepon hingga kini berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern, Bambang menjadi salah satu saksi perjalanan panjang perusahaan transportasi berbasis teknologi tersebut.

Namun, di tengah perjalanan hidupnya, Bambang harus menghadapi ujian yang tidak mudah. Ia kehilangan anak pertamanya, sebuah peristiwa yang meninggalkan duka mendalam bagi dirinya dan keluarga.

Di saat duka itu masih membekas, Bambang tidak pernah membayangkan akan mendapatkan sebuah kesempatan yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam doa. Tahun ini, ia menjadi salah satu dari 70 Mitra Driver Legend yang akan diberangkatkan Gojek untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci pada 2 September 2026.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Murah di Jakarta untuk Liburan Keluarga, Tiket Mulai Rp3.000

Bagi Bambang, kesempatan tersebut bukan sekadar hadiah atau bentuk penghargaan atas pengabdiannya selama bertahun-tahun sebagai mitra driver. Ada makna spiritual yang jauh lebih dalam di balik perjalanan menuju Tanah Suci itu.

"Setelah kepergian anak pertama saya, saya tidak pernah membayangkan Allah memberikan hadiah berupa kesempatan berangkat ke Tanah Suci," ujar Bambang dengan penuh rasa syukur.

Kesempatan itu menjadi salah satu momen yang membangkitkan kembali semangatnya. Di tengah perjalanan hidup yang tidak selalu mudah, Bambang merasakan adanya kebahagiaan yang datang dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya.

"Saya sangat mengapresiasi program Gojek ini, bukan hanya untuk saya, tetapi juga teman-teman Mitra Driver lainnya. Semoga Gojek terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Baca Juga: Iming-imingi Uang Rp3 Ribu, Pria di Tangerang Cabuli Anak hingga Simpan Foto Tak Senonoh

Bambang merupakan bagian dari Mitra Driver Legend, kelompok pengemudi yang telah tumbuh bersama Gojek selama lebih dari 15 tahun. Mereka adalah generasi awal yang mempercayai perjalanan Gojek sejak perusahaan itu masih berada pada fase awal operasional.

Dedikasi para pengemudi tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui Program Apresiasi Mitra (PAM), salah satunya dengan pemberangkatan 70 Mitra Driver Legend untuk menunaikan ibadah umrah.

Menjelang keberangkatan, Gojek menggelar doa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Suasana khidmat menyelimuti acara ketika keluarga besar Gojek, para mitra driver, serta sejumlah tokoh hadir untuk memanjatkan doa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap langkah Gojek dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi mitra driver dan keluarganya.

"Kami mengapresiasi komitmen Gojek yang menghadirkan Program Apresiasi Mitra dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh para Mitra Driver dan keluarganya. Semoga inisiatif seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak," ujar Dudy.

Acara doa bersama juga diisi tausiyah oleh Habib Ja'far Al Hadar. Dalam suasana penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan untuk kelancaran perjalanan 70 mitra driver menuju Tanah Suci, termasuk Bambang yang bersiap menjalani perjalanan spiritualnya.

Bagi Bambang, perjalanan ke Makkah dan Madinah kelak bukan hanya tentang meninggalkan rutinitas sebagai pengemudi dan menempuh ribuan kilometer menuju Tanah Suci. Perjalanan itu menjadi ruang untuk membawa doa, rasa syukur, dan kenangan tentang orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Dari balik kemudi sepeda motor yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kesehariannya, Bambang kini bersiap menempuh perjalanan yang berbeda.

Sebuah perjalanan yang mungkin tak pernah ia rencanakan, tetapi datang sebagai jawaban atas kesabaran dan keteguhan yang dijalaninya.

Setelah kehilangan, Bambang menemukan kembali alasan untuk bersyukur. Dan pada 2 September mendatang, salah satu perjalanan terpenting dalam hidupnya akan dimulai.


News Update