POSKOTA.CO.ID - Penyanyi Mahalini kembali menjadi perhatian warganet setelah potongan video lawasnya saat berbincang dalam podcast TS Talks beredar di Threads. Dalam video tersebut, Mahalini membagikan cerita sederhana tentang sikapnya ketika berada di satu tempat bersama artis yang lebih senior.
Potongan video itu kembali ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Threads @gues_sueg. Meski tayangan tersebut bukan video baru, cerita Mahalini dianggap cukup relate dengan situasi yang mungkin pernah dialami seseorang ketika bertemu dengan orang yang lebih senior atau lebih dulu dikenal di lingkungannya.
Dalam perbincangan bersama Marianne Rumantir, salah satu host TS Talks, Mahalini mengaku bukan tipe orang yang mudah menyapa artis senior ketika kebetulan berada di lokasi yang sama.
Pengakuan tersebut justru menarik perhatian karena selama ini Mahalini dikenal sebagai salah satu penyanyi muda yang cukup aktif di industri musik Indonesia.
Baca Juga: Kenapa Mata Hercules Buta Sebelah dan Tangan Kanannya Diamputasi? Ini Kesaksiannya
Takut Dianggap Sok Akrab Jadi Alasan Mahalini Memilih Diam
Mahalini menjelaskan bahwa rasa segan menjadi alasan dirinya terkadang memilih tidak menyapa artis senior. Ia mengaku memikirkan berbagai kemungkinan sebelum memutuskan untuk membuka percakapan.
"Takutnya sok asik," ujar Mahalini dalam potongan video tersebut.
Bagi Mahalini, menyapa orang yang belum terlalu dekat bukan perkara sederhana. Ia khawatir sapaan yang diberikan justru membuat suasana menjadi canggung apabila lawan bicaranya tidak memberikan respons seperti yang diharapkan.
Perasaan tersebut akhirnya membuat Mahalini lebih sering memilih diam. Ketika melihat artis senior berada tidak jauh darinya, pikirannya justru sibuk mencari tahu apa yang sebaiknya dilakukan.
Alih-alih langsung menyapa, ia malah mempertimbangkan apakah tindakannya nanti akan terlihat terlalu akrab atau justru membuat suasana menjadi "krik".
Kondisi itu membuat Mahalini mengaku terkadang bingung sendiri. Ia sebenarnya mengetahui keberadaan artis senior tersebut, tetapi rasa sungkan membuatnya mengurungkan niat untuk memulai percakapan.
