Tangkap 6 Polisi Gadungan di Teluknaga hingga Bongkar Praktik Jual Beli Obat Keras Ilegal

Jumat 28 Agu 2026, 16:13 WIB
Ilustrasi pemerasan. (Sumber: Freepik/creativeart)
Ilustrasi pemerasan. (Sumber: Freepik/creativeart)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Polsek Teluknaga menangkap enam pria yang berpura-pura menjadi anggota polisi yang memeras pemilik warung di kawasan Pergudangan Pantai Indah Dadap, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Aksi nekat kawanan polisi gadungan tersebut berujung kegagalan setelah korban berteriak meminta pertolongan warga saat para pelaku kembali ke lokasi kejadian.

Tak hanya menangkap para pelaku pemerasan, polisi yang melakukan penyelidikan lanjutan juga membongkar praktik jual beli obat keras tanpa izin di lokasi yang sama.

Kapolsek Teluknaga, AKP Kevin Hotlando, mengonfirmasi penangkapan enam tersangka pemerasan berinisial AG (22), DN (27), TO (29), SN (35), SAM (37), dan YOG (36).

Baca Juga: Nyamar jadi Pembeli, Polisi Ringkus Pengedar Ribuan Obat Keras Daftar G di Tangerang

"Sementara dua orang lainnya, berinisial MS dan NC, diproses hukum secara terpisah terkait dugaan aktivitas jual beli obat Daftar G," kata Kevin, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kronologi Modus Polisi Gadungan

Kasus bermula saat korban berinisial MS sedang melayani pembeli di warungnya. Tiba-tiba, tiga orang pelaku datang dan menanyakan ketersediaan obat jenis tramadol sambil mengaku sebagai anggota kepolisian aktif.

Merasa takut, korban tidak berani melawan saat para pelaku menggeledah isi warung. Di dalam warung, ketiga pelaku mengambil uang tunai dari laci, sejumlah pak rokok, obat-obatan, serta merusak dan mengambil kartu memori kamera CCTV.

Korban kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil Toyota Calya warna hitam yang sudah diisi tiga pelaku lainnya. Selama 20 menit korban dibawa berkeliling dan diintimidasi untuk menyerahkan sejumlah uang.

Baca Juga: Peredaran Obat Keras Ilegal Terbongkar, 46 Juta Butir Hendak Diedarkan ke Jakarta, Tangerang, dan Jabar

Aksi pemerasan tersebut goyah ketika para pelaku memutuskan kembali ke warung korban dengan dalih mengambil dokumen yang tertinggal. Korban memanfaatkan momen tersebut untuk berteriak.


Berita Terkait


News Update