Viral Stiker 'Injak Kalau Kamu Benci Korupsi' di Lantai MRT Bikin Penumpang Salfok

Rabu 26 Agu 2026, 19:04 WIB
Stiker bertuliskan “Injak kalau kamu benci korupsi” di lantai MRT menjadi pesan sederhana untuk mengajak masyarakat menunjukkan sikap antikorupsi. (Sumber: Threads/@aswarww)
Stiker bertuliskan “Injak kalau kamu benci korupsi” di lantai MRT menjadi pesan sederhana untuk mengajak masyarakat menunjukkan sikap antikorupsi. (Sumber: Threads/@aswarww)

POSKOTA.CO.ID - Naik MRT biasanya identik dengan perjalanan cepat, antrean penumpang, dan suasana gerbong yang cukup tenang. Namun, ada satu hal kecil yang justru menarik perhatian. Di lantai area MRT, terlihat sebuah stiker dengan pesan yang cukup berani: “Injak kalau kamu benci korupsi.”

Video tersebut diunggah oleh akun threads @aswarww yang membagikan pengalamannya saat di MRT.

"Baru sadar, ada ginian di MRT wkwk" ujarnya

Tulisan tersebut memang sederhana. Tidak ada penjelasan panjang atau kampanye yang rumit. Hanya beberapa kata yang ditempatkan di ruang publik, tetapi cukup untuk membuat orang berhenti sejenak dan memperhatikannya.

Pesan seperti ini menarik karena menggunakan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari kampanye antikorupsi. Penumpang yang berjalan melewati stiker tersebut secara tidak langsung diajak mengambil sikap melalui tindakan yang sangat sederhana.

Baca Juga: Jelang Aksi Massa 27 Agustus 2026, Petugas Security Dilatih Pasang Razor Wire

Pesan Antikorupsi Lewat Hal Kecil

Stiker di lantai MRT tersebut bukan sekadar tulisan yang ditempel untuk menarik perhatian. Pesannya membawa isu yang lebih besar, yakni bagaimana masyarakat memandang korupsi sebagai persoalan bersama.

Kalimat “Injak kalau kamu benci korupsi” seolah memberikan pilihan sederhana kepada siapa pun yang melihatnya. Ketika seseorang menginjak stiker itu, tindakan tersebut bisa dimaknai sebagai bentuk simbolis bahwa ia tidak setuju dengan praktik korupsi. Netizen pun turut memberikan banyak komenternya di media sosial.

"Injek sih kata gue mah" ujar akun @sli***

"setiap hariii naik mrt kok gak nemuuuu.. pengen bgt gue loncat2 di atas label itu" ujar akun @nov***

"Tempelin foto mukanya sekalian" ujar akun @isn***

Cara penyampaian semacam ini terasa berbeda dari kampanye antikorupsi yang biasanya menggunakan poster, spanduk, atau imbauan formal. Pesan dibuat singkat dan dekat dengan aktivitas penumpang sehingga lebih mudah menarik perhatian.

Di ruang publik seperti MRT, pendekatan tersebut juga memiliki peluang untuk menjangkau banyak orang dari berbagai latar belakang.

Kenapa Stiker Ini Mudah Bikin Salfok?

Ada beberapa alasan mengapa pesan sederhana di lantai bisa mencuri perhatian penumpang.

Kalimatnya langsung dan mudah dipahami

Tidak membutuhkan penjelasan panjang. Orang yang melihatnya bisa langsung mengetahui maksud pesan tersebut.

Ditempatkan di lokasi yang tidak biasa

Tulisan pada lantai membuat penumpang secara alami memperhatikannya ketika sedang berjalan.

Mengajak orang ikut berinteraksi

Kata “injak” membuat pesan tersebut terasa seperti ajakan, bukan sekadar informasi.

Baca Juga: Demo 27 Agustus 2026 dari Jam Berapa Sampai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkapnya

Mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat

Korupsi bukan hanya persoalan hukum atau pemerintahan. Dampaknya dapat berkaitan dengan kepentingan publik dan kehidupan sehari-hari.

Pesannya mudah diingat

Kalimat pendek dan provokatif secara positif membuat orang lebih mudah mengingat kampanye tersebut.

Menariknya, kekuatan pesan ini justru terletak pada kesederhanaannya. Di tengah banyaknya informasi yang berseliweran di ruang publik, sebuah kalimat pendek terkadang lebih mudah membuat orang berhenti dan berpikir.

Pesan antikorupsi seperti ini setidaknya mengingatkan bahwa sikap terhadap korupsi tidak harus selalu ditunjukkan melalui aksi besar. Kepedulian juga bisa dimulai dari hal sederhana, termasuk tidak bersikap cuek terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan bersama.


Berita Terkait


News Update