JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau yang melanda wilayah ibu kota.
Penurunan curah hujan dan kenaikan suhu udara ekstrem diprediksi meningkatkan dua risiko utama di Jakarta, yaitu kebakaran dan krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan bahwa pemantauan cuaca dilakukan secara berkala berbasis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menentukan langkah mitigasi yang presisi.
"Pemantauan informasi cuaca dan iklim berbasis data BMKG kami lakukan rutin sebagai dasar menentukan langkah antisipasi," ujar Marulitua saat dikonfirmasi Pos Kota, Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca Juga: Kenapa Kebakaran Hutan Sering Terjadi saat Musim Kemarau? Ini Faktor Penyebabnya
4 Langkah Strategis BPBD DKI Hadapi Kemarau
Untuk menekan dampak kekeringan dan lonjakan suhu, BPBD DKI menyiagakan sejumlah strategi lintas instansi, antara lain:
- Menggandeng Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas SDA, PAM Jaya, hingga tingkat wali kota/bupati.
- Meningkatkan pengawasan di area rawan serta memberikan edukasi pencegahan ke tingkat RT/RW.
- Menyiapkan mekanisme penyuplai air ke wilayah-wilayah yang teridentifikasi mengalami krisis air berdasarkan hasil asesmen lapangan.
- Memaksimalkan respons cepat melalui call center Jakarta Siaga 112.
"Yang selalu menjadi perhatian di musim kemarau itu kebakaran. Karena itu kami meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran bangunan maupun lahan dengan memantau wilayah rawan dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” beber Marulitua.
“Kami juga menyiapkan mekanisme dukungan distribusi air bersih apabila terdapat wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih berdasarkan hasil asesmen serta koordinasi dengan instansi terkait,” sambungnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Tanaman Hias yang Tahan Panas dan Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau
Imbauan Penting untuk Warga Jakarta
Marulitua menegaskan, upaya penanggulangan dampak kemarau tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama pencegahan bencana.
Masyarakat diimbau untuk menjalankan langkah-langkah antisipasi mandiri berikut:
- Kurangi aktivitas luar ruangan saat suhu udara mencapai puncaknya.
- Jaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
- Tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah.
“Bila menemukan kondisi darurat terkait kekeringan atau kebakaran, warga diminta segera menghubungi layanan bebas pulsa Jakarta Siaga 112,” imbau Marulitua.
