DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Aksi nekat kawanan pencuri motor (curanmor) bersenjata api menggemparkan warga Jalan Janger 1, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Pelaku mengumbar tembakan ke udara seusai percobaan mencuri motor Honda Scoppy milik warga kepergok.
Insiden itu terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Korban bernama Reza Palupi, 26 tahun, menjelaskan, motornya yang terkunci stang di teras rumah mendadak berbunyi alarmnya seusai baru ditinggal masuk sebentar.
"Bapak mertua yang mendengar alarm berbunyi langsung melihat motor dibawa lari dan seketika berteriak 'maling' sambil mengejar pelaku," kata Reza, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pelaku Umbar Tembakan 4 Kali
Pengejaran berlangsung intens hingga ke Jalan Janger 3. Sejumlah pemuda yang baru pulang salat dan seorang warga yang baru pulang memancing turut mengejar dan berhasil menjatuhkan sepeda motor Honda Beat Street milik rekan pelaku yang bertugas mengawasi situasi.
Baca Juga: Pria di Purwakarta jadi Korban Begal, Uang Tunai Rp8 Juta Hasil Jualan Dirampas
Melihat rekannya terjatuh dan hendak dihakimi massa, pelaku yang berbadan tinggi tegap tersebut langsung mencabut senjata api dan melepaskan tembakan untuk menakuti warga.
"Ada empat kali tembakan ke udara. Tiga kali dilepaskan saat motornya jatuh di Janger 1, dan sekali lagi di Jalan Janger 3 saat massa mengepung. Karena tidak ada warga yang berani mendekat akibat ancaman senpi, kedua pelaku akhirnya kabur membawa motor curian," ujarnya.
Ia amenduga senjata yang digunakan adalah senjata api asli lantaran warga melihat adanya percikan api saat tembakan dilepaskan.
Motor Pelaku Tertinggal
Meski para pelaku berhasil melarikan diri, motor Honda Beat Street milik pelaku tertinggal dan berhasil disita warga sebagai barang bukti.
Baca Juga: Pegawai Pabrik di Bogor Nekat Begal Payudara
Dari penggeledahan di bagasi motor pelaku, ditemukan sarung pistol bahan kulit warna hitam, tas selempang, serta mata kunci letter T yang biasa digunakan untuk memetik motor curian. Ciri-ciri pelaku penembak terekam jelas oleh warga, yakni berbadan tegap setinggi 170 cm, berambut pendek, mengenakan masker abu-abu, kemeja hijau, dan celana jins biru.
