POSKOTA.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 100 orang hingga Senin, 24 Agustus 2026. Angka ini bertambah sembilan orang dibandingkan laporan sehari sebelumnya.
Selain korban meninggal, ribuan warga masih menjalani perawatan dan ratusan ribu lainnya harus meninggalkan rumah untuk mengungsi. Kondisi tersebut menunjukkan dampak gempa masih terasa meski sudah memasuki hari kedelapan sejak gempa pertama terjadi.
Baca Juga: Logo Bank Mandiri Dilepas dari Gedung Jelang Aksi 27 Agustus 2026
BNPB Catat 100 Orang Meninggal dan 1.603 Luka-Luka
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan perkembangan terbaru tersebut dalam konferensi pers yang digelar secara daring.
“Per hari ini yang meninggal dunia ada 100 ya, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa,” ujar Suharyanto saat konferensi pers secara daring
Menurut dia, sebagian korban meninggal dunia sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis. Mereka merupakan pasien yang mengalami luka-luka dan sempat menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit darurat.
Dengan demikian, kenaikan jumlah korban tidak seluruhnya berasal dari temuan baru di lokasi terdampak, tetapi juga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban yang sebelumnya masih menjalani perawatan.
Puluhan Ribu Rumah Mengalami Kerusakan
Dampak gempa juga terlihat dari banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan. BNPB mencatat terdapat 73.818 unit rumah yang terdampak.
Rinciannya terdiri dari:
23.276 rumah mengalami rusak berat.
17.563 rumah mengalami rusak sedang.
32.979 rumah mengalami rusak ringan.
Data tersebut menjadi gambaran besarnya pekerjaan pemulihan yang harus dilakukan setelah situasi darurat mulai terkendali. Selain kebutuhan tempat tinggal sementara, warga terdampak juga membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Perhatian berikutnya tertuju pada aktivitas gempa susulan. Suharyanto menyebut BMKG mencatat 6.409 kali gempa susulan di Flores hingga Senin.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih perlu berhati-hati saat beraktivitas di wilayah terdampak. Pemerintah dan petugas di lapangan juga perlu mempertimbangkan kondisi bangunan sebelum warga kembali ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Ahmad Doli Minta Golkar Dairi Dampingi 2 Bocah Korban Penganiayaan, Luka Psikologis jadi Perhatian
Data Korban dan Dampak Gempa NTT
Jika melihat data sementara BNPB, dampak bencana ini tidak hanya diukur dari jumlah korban jiwa. Ada pula ratusan ribu warga yang harus mengungsi serta puluhan ribu rumah yang mengalami kerusakan.
Kondisi itu membuat penanganan pascagempa membutuhkan waktu. Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, keselamatan warga tetap menjadi pertimbangan utama.
Hingga hari kedelapan, BNPB masih melakukan pemutakhiran data korban dan kerusakan akibat gempa di NTT. Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan dan perkembangan kondisi korban yang menjalani perawatan.
