32.979 rumah mengalami rusak ringan.
Data tersebut menjadi gambaran besarnya pekerjaan pemulihan yang harus dilakukan setelah situasi darurat mulai terkendali. Selain kebutuhan tempat tinggal sementara, warga terdampak juga membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Perhatian berikutnya tertuju pada aktivitas gempa susulan. Suharyanto menyebut BMKG mencatat 6.409 kali gempa susulan di Flores hingga Senin.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih perlu berhati-hati saat beraktivitas di wilayah terdampak. Pemerintah dan petugas di lapangan juga perlu mempertimbangkan kondisi bangunan sebelum warga kembali ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Ahmad Doli Minta Golkar Dairi Dampingi 2 Bocah Korban Penganiayaan, Luka Psikologis jadi Perhatian
Data Korban dan Dampak Gempa NTT
Jika melihat data sementara BNPB, dampak bencana ini tidak hanya diukur dari jumlah korban jiwa. Ada pula ratusan ribu warga yang harus mengungsi serta puluhan ribu rumah yang mengalami kerusakan.
Kondisi itu membuat penanganan pascagempa membutuhkan waktu. Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, keselamatan warga tetap menjadi pertimbangan utama.
Hingga hari kedelapan, BNPB masih melakukan pemutakhiran data korban dan kerusakan akibat gempa di NTT. Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan dan perkembangan kondisi korban yang menjalani perawatan.
