BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Tantangan era digital menuntut guru sekolah dasar untuk tidak sekadar menyampaikan materi, melainkan juga memfasilitasi peserta didik agar mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.
Guna mewujudkan ekosistem belajar yang bermakna, Program Studi Magister Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SDN Kota Baru IX, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu, 17 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk "Pendampingan Guru SD dalam Memfasilitasi Deep Learning dengan Pendekatan Saintifik yang Terintegrasi Bahan Ajar Digital" ini diikuti oleh 24 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di wilayah Bekasi Barat.
Dalam praktiknya di lapangan, banyak pendidik masih menghadapi kendala saat menyusun rancangan pembelajaran yang mampu mendorong terjadinya deep learning.
Baca Juga: BAZNAS Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina di Indonesia
Meskipun bahan ajar digital telah banyak beredar, pemanfaatannya kerap terbatas sebagai media penyampaian materi searah dan belum terintegrasi secara optimal.
Merespons kondisi tersebut, tim PKM UNJ merancang program pendampingan yang memadukan penguatan konsep teoritis dengan praktik langsung.

Tim pengabdian dipimpin oleh Prof Eveline Siregar, dengan anggota Dr Mita Septiani dan Dr Uwes Anis Chaeruman serta melibatkan mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan, Nur Azmi Afifah Diens, Indah Murtini, dan Jody Sukma Atmaja sebagai fasilitator.
“Konsep deep learning menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan, berpikir kritis dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata,” ujar Eveline.
Baca Juga: Hari Raya Pendidikan 2026 Gaungkan Gerakan Benerin 1000 Sekolah
Eveline mengatakan untuk mendukung hal tersebut, ada pendekatan saintifik yang bisa diterapkan melalui lima tahapan utama dengan format berikut ini:
- Mengamati
- Menanya
- Mencoba
- Menalar
- Mengomunikasikan
“Melalui pendampingan ini, para guru dibimbing memanfaatkan bahan ajar digital secara terencana pada setiap tahapan tersebut agar proses eksplorasi dan refleksi siswa berjalan optimal,” ungkap Eveline.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang workshop. Berkat bimbingan intensif dan diskusi terbuka, para guru berhasil menyusun rancangan pembelajaran yang siap diimplementasikan di kelas masing-masing.
Di akhir sesi, tim PKM melakukan evaluasi pemahaman dan memberikan penugasan akhir. Guna memastikan keberlanjutan program, tim juga membentuk grup diskusi daring via WhatsApp sebagai wadah konsultasi, koordinasi, dan berbagi praktik baik secara berkelanjutan.
"Pendampingan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai cara merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif," ungkap salah satu guru yang menjadi peserta.
Langkah yang dilakukan UNJ ini merupakan bagian dari Roadmap Pengabdian FIP UNJ 2026–2030 sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, UNJ menegaskan perannya sebagai institusi akademis yang aktif turun ke lapangan untuk meningkatkan kompetensi pendidik.
Harapannya, praktik pendampingan seperti ini dapat terus direplikasi dan diperluas ke wilayah lain, demi semakin banyak guru yang mampu merancang pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berpihak pada siswa.
