“Melalui pendampingan ini, para guru dibimbing memanfaatkan bahan ajar digital secara terencana pada setiap tahapan tersebut agar proses eksplorasi dan refleksi siswa berjalan optimal,” ungkap Eveline.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang workshop. Berkat bimbingan intensif dan diskusi terbuka, para guru berhasil menyusun rancangan pembelajaran yang siap diimplementasikan di kelas masing-masing.
Di akhir sesi, tim PKM melakukan evaluasi pemahaman dan memberikan penugasan akhir. Guna memastikan keberlanjutan program, tim juga membentuk grup diskusi daring via WhatsApp sebagai wadah konsultasi, koordinasi, dan berbagi praktik baik secara berkelanjutan.
"Pendampingan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai cara merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif," ungkap salah satu guru yang menjadi peserta.
Langkah yang dilakukan UNJ ini merupakan bagian dari Roadmap Pengabdian FIP UNJ 2026–2030 sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, UNJ menegaskan perannya sebagai institusi akademis yang aktif turun ke lapangan untuk meningkatkan kompetensi pendidik.
Harapannya, praktik pendampingan seperti ini dapat terus direplikasi dan diperluas ke wilayah lain, demi semakin banyak guru yang mampu merancang pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berpihak pada siswa.
