Asap dari kebakaran dapat membawa berbagai partikel dan zat pencemar ke udara.
Dampaknya tidak selalu terbatas pada wilayah yang mengalami kebakaran. Asap dapat terbawa angin menuju wilayah lain sehingga kualitas udara di kawasan yang cukup jauh dari sumber kebakaran juga dapat terdampak.
Ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi dalam skala besar, konsentrasi partikel di udara dapat meningkat secara signifikan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai terutama pada puncak musim kemarau.
6. Aktivitas Kendaraan
Selain faktor cuaca dan kondisi lingkungan, aktivitas manusia juga berperan dalam menentukan kualitas udara.
Kendaraan bermotor menghasilkan emisi yang dapat menjadi sumber pencemar udara.
Di wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi, emisi kendaraan dapat menjadi salah satu sumber polusi yang perlu diperhatikan.
Pada musim kemarau, ketika hujan jarang turun, polutan dari berbagai aktivitas dapat bertahan lebih lama di lingkungan.
Kondisi tersebut membuat kombinasi antara cuaca kering dan tingginya aktivitas manusia berpotensi memperburuk kualitas udara.
7. Aktivitas Pembakaran Terbuka
Pembakaran sampah maupun kegiatan pembakaran lainnya juga dapat menghasilkan asap dan partikel pencemar.
Pada musim kemarau, kondisi lingkungan yang kering membuat aktivitas pembakaran perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Selain menghasilkan asap, api yang tidak terkendali berpotensi menyebar ke area sekitarnya.
