Kenapa Kualitas Udara Memburuk Saat Musim Kemarau? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Minggu 23 Agu 2026, 07:00 WIB
Musim kemarau bukan hanya membawa cuaca panas dan kekeringan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas udara. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)
Musim kemarau bukan hanya membawa cuaca panas dan kekeringan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas udara. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ketika hujan turun, partikel-partikel tersebut dapat terbawa ke permukaan melalui proses yang sering disebut sebagai pencucian atmosfer.

Sebaliknya, ketika hujan jarang turun dalam waktu cukup lama, proses tersebut tidak berlangsung secara optimal.

Akibatnya, debu dan polutan dari berbagai sumber dapat lebih lama berada di lingkungan.

Kondisi ini dapat semakin terasa di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas kendaraan dan kegiatan industri cukup tinggi.

Polutan yang dihasilkan dari aktivitas tersebut dapat terakumulasi ketika tidak ada hujan yang membantu membersihkan udara.

2. Tanah Kering

Musim kemarau membuat kadar air di dalam tanah berkurang. Permukaan tanah yang sebelumnya lembap dapat berubah menjadi kering, bahkan retak di sejumlah wilayah.

Tanah yang kering lebih mudah terlepas menjadi partikel debu ketika tertiup angin atau terkena aktivitas manusia.

Kendaraan yang melintas di jalan berdebu juga dapat mengangkat partikel tersebut ke udara.

Sebagian partikel berukuran sangat kecil dapat melayang di udara dan terhirup oleh manusia.

Salah satu jenis yang perlu diperhatikan adalah PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk pembakaran dan debu.

Semakin banyak debu dan partikel yang berada di udara, semakin besar pula potensi penurunan kualitas udara di suatu wilayah.

3. Kelembapan Udara yang Rendah

Musim kemarau umumnya ditandai dengan kondisi udara yang lebih kering di sejumlah wilayah.


Berita Terkait


News Update