Kelembapan yang rendah dapat membuat debu lebih mudah beterbangan dan bertahan di lingkungan.
Kondisi udara yang kering juga dapat membuat saluran pernapasan terasa lebih tidak nyaman bagi sebagian orang.
Ketika udara mengandung banyak partikel debu, masyarakat dapat lebih mudah mengalami iritasi pada hidung dan tenggorokan.
Karena itu, kondisi kelembapan udara menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika membahas kualitas udara selama musim kemarau.
4. Sinar Matahari
Cuaca cerah dengan paparan sinar matahari yang kuat juga dapat memengaruhi komposisi udara.
Sinar matahari berperan dalam sejumlah reaksi kimia di atmosfer. Salah satunya adalah pembentukan ozon di permukaan tanah atau ground-level ozone yang berbeda dengan lapisan ozon di atmosfer bagian atas.
Ozon permukaan dapat terbentuk melalui reaksi antara sejumlah polutan, terutama ketika tersedia energi dari sinar matahari. Kondisi panas dan cerah dapat mendukung berlangsungnya proses tersebut.
Karena itu, kualitas udara tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya debu yang terlihat secara kasatmata.
Ada pula polutan yang terbentuk melalui reaksi kimia di atmosfer dan tidak selalu dapat dilihat langsung.
Baca Juga: Eza Gionino Disebut sebagai Aktor EG dalam Laporan Dugaan Penganiayaan Elryan Carlen
5. Kebakaran Hutan
Faktor lain yang perlu diperhatikan selama musim kemarau adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi vegetasi yang lebih kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar ketika terjadi kebakaran.
