Petani Siap Tingkatkan Produksi, Minta Pemerintah Jamin Pasar dan Harga

Rabu 19 Agu 2026, 17:43 WIB
Ketua Umum Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Indonesia (KASAI), Prof. Achmad Tjachja Nugraha. Sumber: Dok. Istimewa
Ketua Umum Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Indonesia (KASAI), Prof. Achmad Tjachja Nugraha. Sumber: Dok. Istimewa

"Pemanfaatan teknologi digital, dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk mempertemukan petani dengan pasar secara lebih cepat. Jadi  dalam hal ini, pemerintah juga perlu membenahi infrastruktur pascapanen, penyimpanan, distribusi, transportasi, industri pengolahan hingga jaringan pemasaran," ungkapnya.

Dengan begitu, hasil panen dapat bergerak dari sentra produksi menuju konsumen secara efisien.

"Ukuran keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya berapa banyak yang berhasil diproduksi. Kita juga harus melihat apakah produk tersebut terserap pasar dan apakah hasilnya mampu memberikan pendapatan yang layak bagi petani," tuturnya.

Achmad berharap momentum kemerdekaan menjadi titik penting bagi pemerintah untuk membangun pertanian dari hulu hingga hilir.

Petani, kata dia, akan lebih berani meningkatkan produksi dan melakukan investasi jika memiliki keyakinan hasil kerja kerasnya memiliki pasar yang jelas.

"Kemerdekaan adalah kesejahteraan. Kalau kita ingin petani sejahtera, jangan hanya bertanya berapa banyak yang bisa diproduksi. Kita juga harus menjawab pertanyaan yang lebih penting: siapa yang akan membeli hasil produksi tersebut,"  ucapnya.

"Pemerintah harus terus membuka pasar, memperluas akses pembeli dan menciptakan ekosistem yang membuat petani yakin untuk berproduksi. Dengan begitu, panen melimpah menjadi peluang kesejahteraan, bukan justru sumber kerugian," ungkapnya.


Berita Terkait


News Update