Ekonomika Pancasila: Mentradisikan Askiologi Ekopol Pancasila

Rabu 19 Agu 2026, 12:14 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)

Karena tujuannya mulia, maka caranya pun harus mulia. Aksiologi ekopol Pancasila menolak segala cara yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terus ada: 1. Anti Eksploitasi; 2. Anti Korupsi, Kolusi Nepotisme; 3. Anti Monopoli; 4. Anti konglo hitam, oligarki jahat dan pasar gelap; 5. Anti keserakahan yang menghancurkan lingkungan.

Moral, etika dan kesemestaan terus dipegang dalam setiap kesempatan. Tanpa itu, kita berdosa dan dikutuk alam raya.

Soal Peran Negara, Masyarakat, dan Individu

Aksiologi ini menuntut peran bersama: 1. Negara berperan membuat regulasi adil, hadir saat pasar gagal, melindungi yang lemah. 2. Pelaku usaha berperan tidak hanya cari untung, tapi juga punya tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. 3. Rakyat berperan secara produktif, jujur, dan gemar gotong-royong

Singkatnya, aksiologi ekopol Pancasila menegaskan bahwa "ekopol ada untuk manusia dan semesta, bukan sebaliknya." Nilai yang dikejar bukan hanya materi, tetapi juga keadilan, kebersamaan, kemandirian, kesentosaan dan keberkahan.

Jika sebuah kebijakan ekonomi membuat kaya segelintir orang tapi membuat banyak orang menderita, maka secara aksiologi kebijakan itu salah, meskipun secara angka dan neraca "tumbuh."

Dengan begitu, aksiologi ekopol Pancasila adalah ekonomi yang bermoral, beretika dan bersemesta. Ia mengingatkan kita bahwa tujuan akhir hidup, pembangunan dan berbegara bukanlah menjadi negara terkaya, tetapi menjadi bangsa yang sejahtera, adil, sentosa dan bermartabat.


Berita Terkait


News Update