Kimani Maruge, Kakek 84 Tahun yang Kembali ke Sekolah dan Jadi Murid Tertua di Dunia

Rabu 12 Agu 2026, 19:49 WIB
Kimani Maruge mengenakan seragam sekolah dan mengikuti pendidikan dasar di Kenya pada usia 84 tahun, sebuah kisah yang kemudian tercatat dalam Guinness World Records. (Sumber: Facebook)
Kimani Maruge mengenakan seragam sekolah dan mengikuti pendidikan dasar di Kenya pada usia 84 tahun, sebuah kisah yang kemudian tercatat dalam Guinness World Records. (Sumber: Facebook)

POSKOTA.CO.ID - Bayangkan seorang kakek berusia 84 tahun mengenakan seragam sekolah dasar, membawa tas, lalu duduk di bangku kelas bersama anak-anak yang usianya terpaut jauh. Pemandangan seperti itu mungkin terdengar seperti adegan film. Namun, kisah tersebut benar-benar terjadi di Kenya.

Sosok itu adalah Kimani Ng'ang'a Maruge, pria yang tercatat Guinness World Records sebagai orang tertua yang mulai bersekolah di tingkat sekolah dasar. Maruge masuk Standard One di Kapkenduiyo Primary School, Eldoret, Kenya, pada 12 Januari 2004, ketika usianya tercatat 84 tahun.

Yang membuat kisahnya semakin menarik bukan sekadar soal usia. Maruge datang ke sekolah karena ingin melakukan sesuatu yang selama puluhan tahun tidak pernah ia dapatkan: belajar membaca dan menulis.

Baca Juga: Polisi Sebut Pembuat Tantangan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras Bukan Panitia

Kimani Maruge Masuk Sekolah di Usia 84 Tahun

Kesempatan itu muncul setelah pemerintah Kenya menerapkan pendidikan dasar gratis. Maruge kemudian mendatangi sekolah dan meminta kesempatan untuk belajar. Awalnya, ia diarahkan ke pendidikan orang dewasa. Namun, ia tetap ingin mengikuti pendidikan dasar seperti murid lainnya.

Alasannya sederhana. Maruge ingin bisa membaca Alkitab sendiri tanpa harus meminta orang lain membacakannya.

“I wanted to go to school to be able to read the Bible for myself.”

Keinginannya untuk belajar ternyata bukan sekadar semangat sesaat. Guinness mencatat Maruge mampu memperoleh nilai A dalam ujian awal untuk bahasa Inggris, Kiswahili, dan matematika. Ia bahkan masuk lima besar di kelasnya.

Kepala sekolah Jane Obinchu kemudian memberikan kepercayaan kepadanya sebagai senior head boy. Dua cucunya bahkan tercatat bersekolah di sekolah yang sama ketika Maruge mulai belajar.

Fakta menarik tentang Kimani Maruge

Nama: Kimani Ng'ang'a Maruge

Asal: Kenya

Usia saat masuk sekolah: 84 tahun

Mulai sekolah: 12 Januari 2004

Sekolah: Kapkenduiyo Primary School, Eldoret

Rekor: Orang tertua yang mulai pendidikan sekolah dasar

Mata pelajaran yang dikuasai: Bahasa Inggris, Kiswahili, dan matematika

Latar belakang: Petani dan veteran Mau Mau

Meninggal: 15 Agustus 2009

Maruge juga pernah mengungkapkan tekadnya untuk terus belajar. “I will only stop studying if I go blind or die,” katanya, sebagaimana dikutip dalam berbagai laporan mengenai kisah hidupnya.

Baca Juga: InfraNexia Dorong Pemerataan Akses Internet lewat Kolaborasi di HUT ke-30 APJII

Kisah Maruge Menjadi Perhatian Dunia

Cerita tentang kakek yang kembali ke sekolah ini akhirnya tidak berhenti di ruang kelas. Pada 2005, Maruge berkunjung ke New York dan menghadiri pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membawa pesan tentang pentingnya akses pendidikan.

Kisah hidupnya kemudian diangkat menjadi film The First Grader, yang menceritakan perjuangan seorang pria Kenya berusia 84 tahun untuk mendapatkan kesempatan belajar.

Maruge meninggal pada 15 Agustus 2009. Guinness mencatat usianya 90 tahun, sedangkan laporan Associated Press yang dimuat The Guardian menyebut ia meninggal pada usia 89 tahun. Perbedaan itu berkaitan dengan tidak adanya dokumen kelahiran yang dapat memastikan tanggal lahirnya secara tepat.

Karena itu, jika muncul pertanyaan Kimani Maruge sekarang berusia berapa, jawabannya bukan 106 tahun. Maruge sudah meninggal pada 2009. Angka 106 hanya merupakan hitungan hipotetis jika ia masih hidup pada 2026 berdasarkan perkiraan tahun kelahirannya sekitar 1920.

Pada akhirnya, kisah Kimani Maruge bukan hanya tentang rekor dunia. Ia menunjukkan bahwa keinginan untuk belajar bisa muncul kapan saja. Ketika banyak orang menganggap usia sebagai batas, Maruge justru menjadikannya alasan untuk membuktikan bahwa kesempatan kedua tetap layak diperjuangkan.


Berita Terkait


News Update