Sungai Cihaur Berubah Merah dan Berbusa, Limbah Industri Diduga jadi Biang Keladi

Selasa 11 Agu 2026, 10:07 WIB
Kondisi aliran Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, RT 03/13, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)
Kondisi aliran Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, RT 03/13, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)

Sementara itu, keluhan serupa disampaikan warga lainnya Ajo, 40 tahun. Kata dia, untuk menghindari dampak pencemaran, dia memilih mengambil air dari bagian hulu sungai yang lokasinya cukup jauh dari saluran pembuangan limbah.

Baca Juga: Ketua RW Bojong Menteng Bekasi Akui Banyak Warga Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG

Langkah tersebut dilakukan agar tanaman palawija miliknya tetap aman hingga memasuki masa panen.

"Harapannya, pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi mengambil tindakan nyata untuk menghentikan dugaan pencemaran Sungai Cihaur," kata Ajo.

Menurutnya, persoalan tersebut sudah menyentuh kehidupan warga karena sungai selama ini menjadi salah satu sumber pendukung aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat sekitar.

"Sungai tercemar merugikan petani dan nelayan. Ikan juga semakin sulit dipancing," ucapnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Ekspor Limbah Sawit, Pejabat Bea Cukai Berpeluang Diperiksa

Lebih mengkhawatirkan, Ajo mengaku pernah melihat ikan mati secara massal di Sungai Cihaur sekitar setahun lalu.

"Saya sempat melihat ikan mati massal di sini. Sampai dapat ikan satu karung. Kalau sekarang sudah tidak ada lagi kasus ikan mati, mungkin karena ikannya memang sudah tidak ada," tuturnya.

Dugaan pencemaran Sungai Cihaur menjadi ironi lantaran, sungai tersebut merupakan bagian dari DAS Citarum yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran program pemulihan lingkungan.

Berbagai program telah digulirkan untuk mengembalikan kualitas Sungai Citarum, mulai dari Citarum Bergetar, Citarum Berseri hingga program Citarum Harum.

Namun, warga mengaku masih menghadapi persoalan pencemaran yang sama secara berulang.


Berita Terkait


News Update