Psikolog Forensik Soroti Dugaan Pembelaan Diri dalam Kasus Mutilasi di Depok

Rabu 05 Agu 2026, 22:11 WIB
Petugas Inafis Polres Metro Depok melakukan cek tkp kondisi jasad pria tanpa identitas diduga korban mutilasi. (Sumber: Dok. Istimewa)
Petugas Inafis Polres Metro Depok melakukan cek tkp kondisi jasad pria tanpa identitas diduga korban mutilasi. (Sumber: Dok. Istimewa)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menilai pengakuan pelaku mutilasi mengalami tindakan tidak senonoh dari korban sebagai motif pembunuhan di Kota Depok mesti didalami secara utuh.

"Mengacu kronologi di atas, boleh jadi S ini akan dijahati secara seksual oleh K. Itu terindikasi dari 'dipegang-pegang'," kata Reza kepada Poskota, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Reza, tindakan perlawanan yang dilakukan tersangka perlu dilihat dalam konteks pembelaan diri jika pengakuannya valid. Namun, hal itu tetap harus dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

"Walau S saat ini disebut sebagai pelaku dan K sebagai korban, namun polisi perlu mendalami seberapa jauh realitasnya bahwa S semula adalah korban. Korban yang melawan terhadap orang yang akan menjahatinya," ujarnya.

Baca Juga: Pelaku Mutilasi di Depok Pindah Rumah usai Habisi Korban, Tinggalkan Bercak Darah

Ia menjelaskan, apabila penyidik menemukan adanya unsur percobaan pencabulan atau kekerasan seksual yang dialami tersangka, maka kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam penilaian hukum.

Kendati begitu, penentuan ada atau tidaknya alasan pemaaf sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan pengadilan berdasarkan alat bukti.

Di sisi lain, Reza mengingatkan perhatian publik tidak hanya terfokus pada aksi mutilasi yang dilakukan pelaku. Menurutnya, mutilasi merupakan tindakan yang terjadi setelah pembunuhan sehingga substansi utama perkara tetap berada pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

"Mutilasi tidak akan terjadi jika tidak ada pembunuhan. Jadi, walau mutilasi memang mengerikan, tapi kerisauan semestinya lebih tertuju ke aksi pembunuhannya," ucapnya.

Baca Juga: Pelaku Mutilasi di Depok Beberkan Motif Bunuh Teman Pria, Sebut Badannya Dipegang-pegang

Berdasarkan kronologi yang beredar, pertemuan antara tersangka dan korban memang telah direncanakan. Namun, aksi pembunuhan diduga terjadi secara spontan dan bukan direncanakan sejak awal, meski hal tersebut tetap perlu dipastikan melalui hasil investigasi kepolisian.

Selain itu, Reza juga menyoroti perlunya mekanisme pelaporan yang jelas bagi korban kekerasan seksual terhadap laki-laki. Lalu jika dugaan percobaan kekerasan seksual menjadi bagian dari perkara ini, maka hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terkait akses pelaporan bagi korban laki-laki di lingkungan kepolisian.


Berita Terkait


News Update