BKI Susun Strategi 2026-2030, Siap Masuk Pasar Global dan Kembangkan Teknologi Geospasial

Rabu 05 Agu 2026, 11:45 WIB
BKI mempercepat transformasi bisnis melalui strategi baru bersama Danantara dan IDSurvey. (Sumber: PT BKI)
BKI mempercepat transformasi bisnis melalui strategi baru bersama Danantara dan IDSurvey. (Sumber: PT BKI)

POSKOTA.CO.ID – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI terus memperkuat transformasi bisnis sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan daya saing.

Langkah tersebut dilakukan seiring penguatan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Transformasi yang telah berjalan sejak BKI menjadi bagian dari IDSurvey kini memasuki tahap lanjutan. Fokus perusahaan tidak lagi hanya pada peningkatan efisiensi internal, tetapi juga diarahkan untuk memperluas peluang usaha, memperkuat kapabilitas teknologi, serta meningkatkan posisi perusahaan di pasar internasional.

Penguatan ekosistem BUMN melalui Danantara menjadi momentum bagi BKI untuk menyelaraskan arah transformasi dengan strategi holding. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyusunan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 yang menjadi acuan pengembangan bisnis dalam beberapa tahun mendatang.

Melalui dokumen strategis tersebut, BKI menetapkan sejumlah program prioritas yang ditujukan untuk memperkuat fondasi perusahaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di berbagai sektor.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing BKI, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: BNI Hadirkan Ekosistem Keuangan Digital bagi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong

Tiga Strategi Besar untuk Perluas Daya Saing

Dalam menjalankan transformasi, BKI menetapkan tiga langkah strategis atau Iconic Moves sebagai fokus utama perusahaan.

Langkah pertama adalah mengejar keanggotaan International Association of Classification Societies (IACS). Target tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengakuan internasional, memperkuat kapabilitas teknis, sekaligus memperluas daya saing BKI di industri klasifikasi kapal global.

Strategi berikutnya adalah pengembangan layanan berbasis teknologi geospasial melalui pemanfaatan citra satelit beresolusi tinggi. Teknologi tersebut diharapkan mampu memperluas portofolio bisnis sekaligus menghadirkan layanan baru yang mendukung kebutuhan berbagai sektor.

Sementara itu, langkah ketiga diwujudkan melalui strategi Go Global dengan rencana pembukaan kantor cabang di Tiongkok. Ekspansi ini diproyeksikan menjadi pintu masuk BKI dalam memperluas akses ke pasar internasional.

Program Pemetaan Jadi Prioritas

Selain tiga strategi utama tersebut, perusahaan juga menempatkan Map Production Center sebagai salah satu program unggulan.

Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung penyediaan layanan pemetaan dan informasi geospasial yang dibutuhkan dalam berbagai program pembangunan nasional.

Pengembangan layanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi bisnis BKI di luar sektor klasifikasi dan statutoria kapal.

BKI menilai transformasi tidak hanya diukur dari jumlah program yang dijalankan, tetapi juga dari hasil nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Baca Juga: BNI Dukung Pembekalan Mahasiswa Indonesia Lanjutkan Studi di Hong Kong

Karena itu, perusahaan memperkuat tata kelola melalui penerapan Key Operational Metrics yang dilengkapi mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala terhadap seluruh program strategis.

Dengan sistem tersebut, setiap inisiatif transformasi diharapkan berjalan lebih terukur dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Ke depan, BKI akan terus mengoptimalkan transformasi melalui penguatan bisnis inti, percepatan digitalisasi, pengembangan teknologi, hingga ekspansi ke pasar luar negeri.

Dukungan sinergi bersama IDSurvey serta penguatan ekosistem BUMN melalui Danantara diyakini menjadi modal penting untuk mempercepat langkah tersebut.

Melalui strategi yang lebih terarah, BKI menargetkan mampu tumbuh sebagai perusahaan yang semakin adaptif, kompetitif, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perkembangan industri nasional maupun perekonomian Indonesia.


Berita Terkait


News Update