Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Berbagai acara digelar selama bulan Agustus ini sebagai rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.
Bulan Kemerdekaan diawali dengan zikir dan doa kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu ini, 1 Agustus 2026 seperti dijelaskan Wakil Mensesneg, Juri Ardiantoro dalam konferensi pers, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Agenda lain penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan di Istana yang Presiden Prabowo Subianto kepada individu, kesatuan, institusi pemerintah maupun organisasi yang dinilai memiliki jasa, prestasi, dharma bakti serta kesetiaan kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Kasus Jampidsus Disorot Asing
Ada juga ziarah nasional dan renungan suci ke TMP Kalibata, Jakarta sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. Selain peringatan detik – detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, pada 17 Agustus
Sementara pada hari yang sama di kawasan Monas digelar pesta rakyat sejak pagi hingga malam hari.Silakan datang ke Monas,tersedia berbagai lomba berhadiah, beragam hiburan dan beraneka menu makanan gratis. Namanya juga pesta rakyat.
“Terus teman – teman kita yang berada di kampung, jauh dari Jakarta, bagaimana mengisi bulan kemerdekaan,” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Semoga pesta rakyat digelar di setiap kota/kabupaten. Sebagai simbolik pesta rakyat, acara dipusatkan di alun – alun kota,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Korupsi Kepala Daerah Marak, Salah Siapa?
“Masalahnya tidak semua kota/kabupaten punya alun – alun sebagai pusat kegiatan masyarakat. Ada kabupaten yang dekat dengan Jakarta saja, konon belum punya alun – alun, padahal termasuk daerah berkembang.,” urai mas Bro.
“Yang benar Bro. Kabupaten mana tuh. Mungkin menganggap tak perlu karena banyak tempat yang dapat difungsikan sebagai alun – alun kotanya,” kata Yudi.
“Alun – alun itu simbolik dan mestinya ikonik setiap pemerintahan daerah. Alun – alun itu sebagai ruang publik, ruang interaksi dan rekreasi masyarakat. Juga pusat kegiatan olahraga, sosial dan budaya. Selain berfungsi pula sebagai paru – paru kota karena keasrian dan pepohonan rindangnya,” kata Heri.
“Sekarang kembali ke topik bulan kemerdekaan, apa yang bisa kita lakukan?” tanya Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Pemimpin Berbohong Saja Berdosa, Apalagi Korupsi
“Yang pertama, pasang bendera Merah Putih di depan rumah masing – masing mulai hari ini selama bulan Agustus sebagai bentuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat nasionalisme, ” ujar mas Bro.
“Setuju Bro. Yuk kibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujar Heri.
“Tapi ada yang bilang nasionalisme tanpa keadilan sosial adalah nihilisme,” celatuk Yudi.
“Soal itu endapkan dulu, ada waktunya kita bahas. Sekarang isi bulan kemerdekaan dengan kegiatan positif membangun semangat kebangsaan dan cinta tanah air,” kata mas Bro.
