Transmigrasi Era Baru Dimulai dari Bangun Kawasan, Menko AHY: Mahasiswa Motor Pemetaan Potensi Daerah

Rabu 29 Jul 2026, 23:13 WIB
Menko AHY melepas Tim Ekspedisi Patriot 2026 bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Menko AHY melepas Tim Ekspedisi Patriot 2026 bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan kawasan menjadi paradigma baru transmigrasi Indonesia. Dalam transformasi tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi motor pemetaan potensi daerah melalui riset lapangan yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan kawasan yang lebih tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan AHY saat melepas Tim Ekspedisi Patriot 2026 bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

AHY menyampaikan, paradigma transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari Pulau Jawa ke daerah lain, tetapi berorientasi pada pembangunan kawasan yang mampu menarik investasi, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Yang dulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk keluar Jawa. Kini paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pembangunan atau pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata AHY.

Baca Juga: AHY Dorong Deregulasi BMTH Benoa, Percepat Bali jadi Gerbang Wisata Bahari Internasional

Transformasi tersebut membutuhkan kebijakan yang berbasis data lapangan. Karena itu, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi sekaligus tantangan yang dihadapi kawasan transmigrasi secara langsung.

Di hadapan hampir 1.500 peserta yang terdiri atas mahasiswa, peneliti, dan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Menko AHY mengapresiasi semangat generasi muda yang siap terjun langsung ke kawasan transmigrasi untuk menghasilkan rekomendasi berbasis riset.

“Mereka akan langsung berada di lapangan untuk memetakan potensi wilayah. Ada daerah yang unggul di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hingga hilirisasi. Semua potensi itu harus dianalisis secara komprehensif agar dapat menjadi dasar pengembangan kawasan ke depan,” ujarnya.

AHY menambahkan, masih terdapat kawasan transmigrasi yang belum berkembang optimal akibat keterbatasan infrastruktur dasar maupun konektivitas sehingga kehilangan daya tarik bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga: HUT ke-25 Demokrat, AHY: Partai Terus Hadir Bawa Solusi bagi Rakyat

“Sebagian kawasan transmigrasi sudah berhasil, tetapi sebagian lainnya masih menghadapi tantangan, misalnya karena keterbatasan infrastruktur dan konektivitas yang menyebabkan kawasan tersebut ditinggalkan. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi wilayah agar kawasan benar-benar hidup dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, hasil riset yang disusun para peserta akan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi secara lebih tepat sasaran.

“Ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis pemerintah, kita berharap lahir kebijakan yang benar-benar efektif, implementatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan tanpa hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan tersebut,” kata dia.

Ia mendorong seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot untuk memberikan kontribusi terbaik selama empat bulan penugasan dengan menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: AHY Sambut Akhir Masa Tugas Dubes Kanada, Fokus Perkuat Investasi dan Infrastruktur

“Untuk pertumbuhan ekonomi diperlukan SDM unggul dan banjirnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari perguruan tinggi. Berikan upaya terbaik selama empat bulan di kawasan, berikan dampak dan manfaat, serta bangun dan ciptakan karya di kawasan transmigrasi,” pungkasnya.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 terdiri atas 1.476 peserta yang terbagi dalam 246 tim dan akan bertugas selama empat bulan di 53 kawasan transmigrasi, meliputi 41 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional, dua Kawasan Prioritas Kementerian Transmigrasi, serta 10 kawasan transmigrasi di Papua. Para peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari 10.359 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Program ini merupakan kelanjutan Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang diarahkan untuk menindaklanjuti hasil riset sebelumnya sekaligus merintis pengembangan produk unggulan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan potensi lokal di kawasan transmigrasi.

Acara turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non-Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Merry Riana.


Berita Terkait


News Update