Menurutnya, hasil riset yang disusun para peserta akan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi secara lebih tepat sasaran.
“Ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis pemerintah, kita berharap lahir kebijakan yang benar-benar efektif, implementatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan tanpa hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan tersebut,” kata dia.
Ia mendorong seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot untuk memberikan kontribusi terbaik selama empat bulan penugasan dengan menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: AHY Sambut Akhir Masa Tugas Dubes Kanada, Fokus Perkuat Investasi dan Infrastruktur
“Untuk pertumbuhan ekonomi diperlukan SDM unggul dan banjirnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari perguruan tinggi. Berikan upaya terbaik selama empat bulan di kawasan, berikan dampak dan manfaat, serta bangun dan ciptakan karya di kawasan transmigrasi,” pungkasnya.
Tim Ekspedisi Patriot 2026 terdiri atas 1.476 peserta yang terbagi dalam 246 tim dan akan bertugas selama empat bulan di 53 kawasan transmigrasi, meliputi 41 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional, dua Kawasan Prioritas Kementerian Transmigrasi, serta 10 kawasan transmigrasi di Papua. Para peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari 10.359 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Program ini merupakan kelanjutan Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang diarahkan untuk menindaklanjuti hasil riset sebelumnya sekaligus merintis pengembangan produk unggulan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan potensi lokal di kawasan transmigrasi.
Acara turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non-Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Merry Riana.
