BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memuliakan sungai sebagai sumber kehidupan, penopang peradaban, sekaligus bagian penting dari ketahanan air, pangan, lingkungan, dan ekonomi nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Menko AHY saat meluncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai (AMS) dan menyusuri Sungai Ciliwung di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut AHY, sungai memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan sejarah umat manusia. Berbagai peradaban besar dunia lahir dan berkembang di sekitar sungai, termasuk di Indonesia yang memiliki ribuan daerah aliran sungai yang menopang kehidupan masyarakat.
“Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tetapi sesungguhnya Indonesia juga adalah negara sungai. Sungai merupakan urat nadi kehidupan yang harus terus kita jaga agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” kata AHY.
Baca Juga: Menko AHY Tinjau Renovasi MTsN 1 Kota Bogor, Progres Pembangunan Sudah 95 Persen
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki lebih dari 5.500 daerah aliran sungai yang menjadi penopang kebutuhan air, pertanian, energi, industri, dan ekosistem nasional. Karena itu, menjaga sungai bukan semata persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut ketahanan pangan, ketahanan air, pertumbuhan ekonomi, hingga masa depan generasi mendatang.
Ia menyoroti kondisi sejumlah sungai yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pencemaran, penumpukan sampah, penyempitan alur, hingga pendangkalan yang meningkatkan risiko banjir dan menurunkan kualitas lingkungan.
Khusus Sungai Ciliwung yang memiliki panjang sekitar 124 kilometer dari hulu hingga hilir, Menko AHY menilai penanganan sungai harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Kita sering mendengar dan menyaksikan dampak banjir yang terjadi akibat degradasi sungai, termasuk pendangkalan. Karena itu, ketika berbicara tentang banjir, kita harus melihat persoalannya dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Baca Juga: Dampingi AHY di IPDN, Sigit Raditya Tegaskan ASN Unggul jadi Kunci Indonesia Emas 2045
Ia menegaskan, upaya pemulihan sungai tidak bisa dilakukan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas.
