Airlangga Hartarto Dijadwalkan Hadiri Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig di Klaten

Senin 27 Jul 2026, 18:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan menghadiri Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Sumber: Dok. Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan menghadiri Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Sumber: Dok. Istimewa)

KLATEN, POSKOTA.CO.ID - Tradisi budaya dan religi Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig kembali digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Puncak perayaan berlangsung di Lapangan Klampeyan dan hendak dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat, 31 Juli 2026.

Kehadiran Airlangga dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya Nusantara yang telah berlangsung selama ratusan tahun sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha mikro.

Ketua Umum Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig, KRAT Muh Ebta Tri Cahyo Dwijo Nagoro, mengatakan Grebeg Ageng Yaaqawiyyu bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan media untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan Kiai Ageng Gribig kepada generasi penerus.

“Tradisi dan budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga. Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman, tetapi harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Ebta.

Baca Juga: Indonesia-AS Sepakati Kerja Sama Bernilai 38,4 Miliar Dolar AS, Menko Airlangga Buka Peluang Perluas Investasi Lanjutan

Menurutnya, rangkaian kegiatan dimulai lewat prosesi Ambuko Songsong Winadi sebagai penanda masuknya 1 Safar pada 16 Juli 2026. Kemudian, disusul Semakan Al-Qur’an Bil Qhoib dan Khataman Al-Qur’an bersama para hafiz Pondok Pesantren Kiai Ageng Gribig serta hafiz dari Kabupaten Pati pada 22 Juli 2026.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan Maulid Al Barzanji, haul Kiai Ageng Gribig, festival seni budaya selama sepekan di sepanjang Jalan Raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, hingga Kirab Gunungan Apem dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

Selain itu, digelar pula prosesi serah terima Gunungan Apem dari Forkopimcam Jatinom kepada Yayasan Kiai Ageng Gribig, kenduri seni malam Midodaren di Amphiteater Klampeyan, sedekah apem masyarakat di Menara Apem, hingga puncaknya tradisi penyebaran ribuan apem kepada masyarakat yang selalu menjadi daya tarik utama perayaan Yaaqawiyyu.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, sekitar 55 ribu apem dengan total berat mencapai lima ton dibagikan kepada masyarakat. Apem tersebut merupakan hasil sedekah warga Jatinom maupun masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Boyolali.

Baca Juga: Bunga KUR Nol Persen 2026! Airlangga Beri Relaksasi Khusus Korban Bencana Sumatera

Ebta menyampaikan, tradisi Yaaqawiyyu juga memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat. Selama rangkaian acara berlangsung, ribuan pengunjung memadati Jatinom sehingga mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa.

“Pelaku UMKM, pedagang kuliner, penjual oleh-oleh, pelaku usaha hiburan rakyat hingga warga yang membuka jasa parkir merasakan peningkatan pendapatan selama pelaksanaan Grebeg Ageng Yaaqawiyyu,” ujarnya.

Tradisi Yaaqawiyyu sendiri telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang memadukan nilai religius, kepedulian sosial, gotong royong, serta semangat kebersamaan. Tradisi ini berawal dari dakwah Kiai Ageng Gribig yang menjadikan apem sebagai media sedekah sekaligus syiar Islam kepada masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, Grebeg Ageng Yaaqawiyyu tumbuh menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Tengah yang setiap tahun menarik puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah. Selain menjadi destinasi wisata religi dan budaya, tradisi ini juga terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

“Ajaran Eyang Kiai Ageng Gribig mengajarkan pentingnya bersilaturahmi, bersedekah, berdoa, bertawakal kepada Allah SWT, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, bergotong royong, hidup guyub rukun, dan mencintai budaya. Nilai-nilai itu yang terus kami teladani dan lestarikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update