POSKOTA.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menempuh upaya paksa apabila mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kembali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Langkah tersebut akan dilakukan jika Febrie kembali mangkir setelah sebelumnya tidak hadir dalam pemeriksaan yang dijadwalkan pada Rabu, 22 Juli 2026.
Jaksa Berpeluang Lakukan Pemanggilan Paksa
Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Rudi Margono, menjelaskan penyidik telah menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap Febrie pada Jumat, 24 Juli 2026. Hingga waktu yang telah ditentukan, Febrie disebut belum memenuhi panggilan tersebut.
Rudi menegaskan, apabila panggilan kedua kembali diabaikan, penyidik memiliki kewenangan untuk menghadirkan saksi secara paksa sesuai ketentuan Pasal 28 KUHAP dengan bantuan pejabat yang berwenang.
Baca Juga: Siapa Pengemudi Alphard yang Terobos Lampu Merah di Bundaran HI? Viral Cekcok-Intimidasi Satpam
Menurutnya, proses hukum terhadap mantan Jampidsus tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak terhenti meski saksi belum memenuhi panggilan penyidik.
Pemeriksaan Digelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung
Dalam surat panggilan yang telah dikirimkan, Febrie diminta hadir pada pukul 09.00 WIB. Berbeda dari pemeriksaan perkara pidana khusus pada umumnya, pemeriksaan kali ini dijadwalkan berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung, bukan di Gedung Bundar Jampidsus.
Tim 9 yang dibentuk khusus untuk menangani perkara tersebut akan memimpin jalannya pemeriksaan. Namun, Kejagung belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan lokasi pemeriksaan dipindahkan ke Gedung Utama.
Penyidikan TPPU Terus Berjalan
Pemanggilan terhadap Febrie dilakukan setelah Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait perkara TPPU dengan Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 20 Juli 2026.
Selain Febrie, seorang saksi lain berinisial NH juga diketahui tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tanpa memberikan keterangan kepada penyidik. Keduanya dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Baca Juga: Kasus Pelecehan di Transum Jakarta Terulang, Pengamat: Fasilitas Khusus Perempuan Diperbanyak
