Obrolan Warteg: Anak Masa Depan Kita Semua

Kamis 23 Jul 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Kamis, 23 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Kamis, 23 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Terdapat adagium yang menyebutkan: Masa depan Indonesia ada di sumber daya manusianya, bukanlah sumber daya alamnya.

Merujuk kepada pesan tersebut dapat dimaknai bahwa sumber daya manusia menjadi hal yang utama dalam membangun sebuah negara.

Fakta sering memperlihatkan kepada kita bahwa melimpahnya sumber daya alam suatu negara tak sebanding lurus dengan kemajuan negaranya, dengan tingkat kemakmuran rakyatnya. Jika tak diiringi dengan kekuatan sumber daya manusianya.

“Jadi kita sangat membutuhkan SDM yang cerdas dan berkualitas untuk membangun negara kita,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Sudah 16 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

“SDM yang demikian harus dipersiapkan sejak dini, bahkan ketika masih dalam kandungan ibunya,” tambah Yudi.

“Siapkan gizi yang penuh nutrisi,setidaknya hingga anak usia balita dan seterusnya sampai remaja. Ingat anak adalah masa depan kita semua, penerus cita –cita dan pewaris negeri,” urai mas Bro.

“Setuju Bro.Yang pertama siapkan anak sehat secara fisik, mental dan spiritual dengan memberi asupan makanan bergizi. Juga edukasi etik dan moral sejak usia dini,” kata Heri.

“Kita berharap anak – anak kita sekarang nggak ada yang kekurangan gizi terlebih stunting setelah adanya program Makan Bergizi Gratis bagi anak – anak sekolah, ibu hamil dan menyusui,” jelas mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tiadanya Kesadaran Etika dan Moral, Korupsi Kian Menjadi

“Ya era sekarang tantangan kian besar. Pengaruh lingkungan sangat besar, apalagi dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi,” ujar Heri.

“Disadari, kemajuan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Namun, di sisi lain berbagai risiko juga muncul yang membawa dampak negatif,” kata mas Bro.

“ Banyak hal negatif yang dapat muncul mulai dari gangguan pola tidur , kecanduan media sosial dan platform digital hingga paparan konten yang tak sesuai dengan usia anak,” ujar Heri.

“Itu semua bisa mempengaruhi perubahan perilaku anak akibat terpapar konten – konten negatif yang diterima sebelum anak – anak memiliki kesiapan secara usia,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Korupsi Kepala Daerah Marak, Salah Siapa?

“Itulah perlunya perlindungan orang tua, pendampingan dan pengasuhan yang positif. Memberikan ruang bermain yang aman dan nyaman bagi perkembangan fisik dan mentalnya,” kata Heri lagi.

“Negara wajib hadir memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. Perlindungan terhadap pemenuhan hak –hak atas anak untuk tumbuh dan berkembang,” ujar mas Bro.

“Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2026. Mari kita siapkan generasi emas, generasi cerdas, berkualitas dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045,” kata Yudi.


Berita Terkait


News Update