POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan kaburnya peserta tur asal Madiun, Jawa Timur, bernama Femas Yani Arianto saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan masih menjadi perhatian publik.
Peristiwa tersebut viral setelah akun Threads @sarjanabackpacker membagikan kronologi kejadian pada Kamis, 16 Juli 2026.
Dalam unggahan itu, pihak penyelenggara tur mengungkap dugaan bahwa Femas sengaja memisahkan diri dari rombongan ketika agenda wisata masih berlangsung.
Pihak travel menilai tindakan tersebut tidak hanya berdampak pada perjalanan yang sedang berlangsung, tetapi juga berpotensi merugikan ratusan calon peserta tur lainnya di masa mendatang.
Femas Diduga Menghilang Setelah Pamit ke Myeongdong
Berdasarkan penjelasan pihak travel, selama mengikuti rangkaian perjalanan tidak ada gelagat mencurigakan yang ditunjukkan Femas.
Tour Leader bahkan disebut selalu mendampingi Femas selama perjalanan. Keduanya menginap dalam satu kamar, makan bersama, berbincang, hingga beberapa kali memastikan apakah ada kendala atau kesulitan yang dialami peserta tersebut.
Namun situasi berubah pada suatu malam ketika Femas berpamitan untuk melihat-lihat sepatu di kawasan Myeongdong, salah satu pusat perbelanjaan populer di Seoul.
Setelah meninggalkan hotel, Femas disebut tidak pernah kembali. Upaya menghubungi melalui telepon juga tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak memberikan respons.
Baca Juga: Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru pada Kasus Febrie Adriansyah
Pihak Travel Lakukan Pencarian dan Lapor ke Polisi Korea Selatan
Mengetahui salah satu peserta hilang, Tour Leader bersama tim travel langsung melakukan pencarian selama beberapa hari.
