Pramono Apresiasi Edukasi Pilah Sampah Masuk Materi MPLS

Senin 13 Jul 2026, 16:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

GAMBIR, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik sekolah-sekolah yang memasukkan edukasi pemilahan sampah ke dalam materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak dini kepada para peserta didik.

Pramono menilai materi MPLS di setiap sekolah memiliki beragam kegiatan. Namun, edukasi mengenai pemilahan sampah dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Kalau edukasinya tentang pilah sampah, menurut saya baik sekali," ujar Pramono kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga: MPLS Ramah 2026 Dimulai, Disdik DKI Jakarta Deklarasikan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bersih

Menurut Pramono, materi pilah sampah kini didorong untuk hadir di berbagai kegiatan masyarakat setelah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

"Jadi kegiatannya memang beraneka ragam, tetapi pilah sampah karena sekarang sesuai dengan Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur tahun 2026 Nomor 5, sekarang hampir semua kegiatan untuk pilah sampah itu diadakan di berbagai tempat," jelas Pramono.

Melalui materi itu, kata Pramono, para siswa diperkenalkan cara memilah sampah sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

Ia berharap gerakan pemilahan sampah tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menjadi budaya yang diterapkan masyarakat dari rumah.

Baca Juga: Kronologi Ancaman Bom saat MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Isi Pesan Teror: "Sekolahan akan Meledak"

"Percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing dan sebagainya, tetapi nanti mudah-mudahan minggu depan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dilakukan oleh semua kota administrasi yang ada di Jakarta," ucap Pramono.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta, meluncurkan program Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) sebagai sistem pelaporan pengurangan dan pengelolaan sampah di seluruh satuan pendidikan.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

"Melalui MPLS Ramah Tahun 2026, kami berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan di lingkungan sekolah, tetapi juga mulai membangun budaya saling menghormati, menolak segala bentuk kekerasan, serta peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan," harap Nahdiana.


Berita Terkait


News Update