Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling, DPRD DKI: Kota Ramah Hewan Perlahan Terwujud

Sabtu 11 Jul 2026, 09:33 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth (kanan). (Sumber: Istimewa)
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth (kanan). (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan layanan Mobil Klinik Hewan Keliling untuk memperluas akses kesehatan hewan bagi warga Jakarta. Peluncuran ditandai dengan peninjauan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Jalan Kerja Bakti, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 10 Juli 2026.

Program ini menyediakan lima unit mobil klinik yang akan beroperasi di lima kota administrasi DKI Jakarta, guna menjangkau kebutuhan kesehatan hewan peliharaan warga secara lebih dekat dan merata.

Kegiatan peluncuran turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A Sidabalok, M.Si, serta Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Setiap unit Mobil Klinik Hewan Keliling dilengkapi dokter hewan dan peralatan medis untuk melayani berbagai kebutuhan kesehatan hewan, di antaranya pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan dan pengobatan kucing, anjing, kambing, serta sapi, tindakan operasi kecil dan sterilisasi, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Baca Juga: Siswi SMA Tewas Tersangkut Kabel, Anggota DPRD Kenneth Nilai Ada Kelalaian Pengelolaan Utilitas di Jakarta

"Jakarta sebagai kota yang bebas rabies tentunya harus terus kita dukung, kita pertahankan, dan kita rawat. Karena itu, keberadaan Mobil Klinik Hewan Keliling ini saya yakini menjadi modal sosial yang sangat baik bagi Jakarta untuk mempertahankan status sebagai kota bebas rabies sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota global, kota pusat perekonomian, dan ibu kota negara," tutur Pramono.

Ia menambahkan pada 2026 Pemprov DKI menargetkan sekitar 23 ribu hewan menjalani sterilisasi melalui program ini.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya. Ini merupakan sebuah terobosan baru, mungkin pertama kali ada di Indonesia, dimulai dari Jakarta, karena kami ingin Jakarta menjadi kota yang ramah hewan, apa pun jenis hewannya," ujarnya.

Baca Juga: Jakarta Barat Dijuluki 'Gotham City', Kenneth DPRD DKI: Saya akan Jadi Batman

Jadwal dan Lokasi Operasional

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menjelaskan bahwa layanan akan beroperasi enam hari dalam sepekan, yaitu Senin hingga Sabtu.

Titik lokasi layanan setiap harinya akan diinformasikan melalui media sosial resmi KPKP DKI Jakarta agar masyarakat dapat langsung mendatangi lokasi terdekat.

Ia juga membuka peluang pemberian tarif khusus atau subsidi bagi kelompok masyarakat tertentu, seperti pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun program bantuan sosial lainnya.

Meski demikian, skema tersebut masih akan dikaji mengingat layanan ini baru mulai dioperasikan.

Baca Juga: Lokasi Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet, Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Dishub Cari Solusi

"Nanti akan ada subsidi untuk pemegang-pemegang Kartu Jakarta Pintar atau yang lain. Nah itu baru nanti kita akan pikirkan ke depannya. Jadi mudah-mudahan nanti semua lapisan masyarakat bisa menikmati," ujarnya.

Hasudungan menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan layanan akan terus dilakukan sebagai dasar penyempurnaan program, baik dari sisi cakupan wilayah, jenis pelayanan, maupun skema pembiayaan agar semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Apresiasi DPRD DKI Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth,  mengapresiasi peluncuran program ini. Menurutnya, kehadiran layanan klinik hewan bergerak menandakan target Jakarta sebagai kota ramah hewan perlahan terwujud.

Kent menilai program ini merupakan realisasi salah satu janji kampanye Gubernur Pramono Anung Wibowo untuk memperluas akses pelayanan kesehatan hewan sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih inklusif dan menjawab kebutuhan warga Jakarta.

Ia menambahkan, selain meningkatkan kesejahteraan hewan, program ini juga berperan dalam pengendalian penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

"Jakarta targetnya adalah menjadi kota ramah hewan. Dengan adanya klinik hewan yang mobile seperti ini menandakan target tersebut perlahan tercapai," ujar Kenneth.

Kendati begitu, seluruh layanan yang tersedia pada Mobil Klinik Hewan Keliling ini masih dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku.

Tarif ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh masyarakat, termasuk pemilik hewan dengan KTP non-DKI Jakarta.

Pria yang akrab disapa Bang Kent ini mendorong adanya kebijakan khusus agar sejumlah jenis layanan dapat digratiskan bagi masyarakat kurang mampu atau dalam kondisi tertentu.

"Jadi kalau memang ada kejadian khusus atau pemilik hewan mungkin kurang mampu, ke depan akan ada pertimbangan khusus lah. Mungkin bisa digratiskan," tuturnya.

Kent juga mendorong penambahan armada Mobil Klinik Hewan Keliling agar jangkauan pelayanan semakin luas.

Tidak hanya itu, ia berharap Pemprov DKI dapat merealisasikan pembangunan klinik hewan permanen di setiap wilayah kota administrasi.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta baru memiliki satu Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berlokasi di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

"Jadi layanan Mobil Klinik Hewan Keliling ini kan baru ada lima unit yang ditempatkan di setiap kota madya. Nah harapan Pak Gubernur Pramono itu ada yang permanen juga. Jadi mudah-mudahan bisa terealisasi nanti. Dengan begitu, masyarakat Jakarta di setiap Kotamadya dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan hewan yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update