Namun, ia menuding ponselnya ditepis oleh salah satu tenaga kesehatan hingga terjatuh dan mengalami kerusakan pada bagian layar.
“Handphone saya ditepis hingga rusak pada bagian layar. Saat itu juga sempat terjadi keributan dan hampir terjadi baku hantam,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Christian berharap Dinas Kesehatan Jakarta Timur maupun Kementerian Kesehatan dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di klinik tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pihak Klinik Janji Akan Periksa Nakes
Menanggapi keluhan tersebut, HRD Klinik Pratama Sejahtera Ciracas, Firli, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal terhadap tenaga kesehatan yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami akan segera memanggil perawat yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait permasalahan dengan keluarga pasien. Jika terbukti melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Firli.
Ia menambahkan, laporan terkait kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada pimpinan klinik untuk ditindaklanjuti.
Firli mengaku pihak manajemen menyayangkan apabila terdapat tindakan yang tidak sesuai standar pelayanan kesehatan, terlebih jika sampai menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarganya.
“Kami menyayangkan sekali jika ada sikap yang tidak semestinya dalam pelayanan, apalagi sampai menimbulkan kerugian bagi pasien,” ujarnya.
Pihak Klinik Pratama Sejahtera Ciracas memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan kinerja petugas guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan.
