Ia mengikuti berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional, termasuk di India, Thailand, dan China.
Puncak prestasinya diraih pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Dalam ajang tersebut, Irfan berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perunggu untuk cabang olahraga paramotor.
Medali itu diraih dari nomor presisi atau ketepatan mendarat serta nomor ekonomik yang menguji kemampuan atlet mengendalikan penggunaan bahan bakar selama penerbangan.
Prestasi tersebut menambah daftar panjang pengalaman yang telah dijalani Irfan selama menjadi anggota Polri.
Selain menjadi pasukan perdamaian di Sudan dan atlet berprestasi, ia juga pernah dipercaya menjadi petugas haji Indonesia pada 2019 dan kembali ditunjuk oleh Kementerian Agama pada 2024.
Hingga kini, ia masih aktif memberikan bimbingan manasik kepada calon jemaah maupun calon petugas haji di berbagai daerah.
Namun dari berbagai capaian yang pernah diraih, Irfan tetap kembali pada prinsip yang sama yang diajarkan keluarganya sejak kecil.
Baginya, pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Kadang hadir dalam bentuk mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada anak-anak di negeri konflik. Kadang hadir melalui pembangunan pondok sederhana bagi para santri.
Di kesempatan lain, pengabdian diwujudkan dengan mengharumkan nama daerah melalui olahraga atau membantu jemaah menunaikan ibadah haji. Berbeda medan, berbeda peran, tetapi tujuan yang ingin dicapai tetap sama.
"Yang penting saya bisa bermanfaat, mau buat siapa pun itu," tuturnya.
