Menebar Manfaat dari Darfur hingga Serang: Kisah Ipda Irfan Mengajar, Membangun dan Menginspirasi

Minggu 21 Jun 2026, 19:51 WIB
Ipda Mohamad Irfan Fauzi saat mengajar anak-anak membaca Al-Qur'an di sela-sela misi perdamaian PBB di Sudan. (Sumber: Istimewa)
Ipda Mohamad Irfan Fauzi saat mengajar anak-anak membaca Al-Qur'an di sela-sela misi perdamaian PBB di Sudan. (Sumber: Istimewa)

Setelah gagal pada percobaan pertama karena faktor kesehatan, Irfan mempersiapkan diri lebih serius.

Setiap hari ia berlatih lari pagi dan siang sambil tetap membantu pekerjaan di bengkel. Upaya itu membuahkan hasil. Pada 2006, ia dinyatakan lulus dan memulai karier di Satbrimob Polda Banten.

Dua tahun kemudian, kemampuan bahasa Arabnya mulai menonjol. Pada 2008, ia mengikuti pendidikan bahasa Arab di Sekolah Bahasa Polri. Irfan berhasil meraih peringkat kedua dan memperoleh hadiah umrah dari Kedutaan Besar Arab Saudi.

Kemampuan bahasa Arab tersebut kemudian menjadi bekal penting dalam salah satu penugasan paling berkesan dalam hidupnya.

Pada Desember 2015, Irfan berangkat ke Sudan sebagai bagian dari Satgas United Nations Mission in Darfur (UNAMID), misi perdamaian PBB yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah konflik Darfur.

Selama satu tahun dua bulan bertugas di El Fasher, Darfur, ia menjalankan patroli dan berbagai tugas pengamanan di daerah yang terdampak konflik.

Namun di sela-sela tugas tersebut, Irfan memilih mendekatkan diri kepada masyarakat setempat.

Dia rutin singgah ke masjid-masjid yang ditemuinya saat bertugas. Setelah salat, Irfan mengajak anak-anak dan warga sekitar membentuk halaqah kecil untuk belajar bersama.

"Yang diajarkan di sana tentang kecintaan terhadap negeri mereka sendiri, tentang perdamaian, persaudaraan. Kalau ngaji ya memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka," katanya.

Kegiatan itu tidak berlangsung di satu tempat saja. Hampir setiap masjid yang ia singgahi menjadi ruang belajar sederhana bagi warga setempat.

Tidak ada kelas resmi. Tidak ada pula jadwal khusus. Semuanya berjalan secara spontan, namun dilakukan secara rutin.

"Setiap masjid kita mampir. Ayo kita ngaji," kenangnya.


Berita Terkait


News Update