Menebar Manfaat dari Darfur hingga Serang: Kisah Ipda Irfan Mengajar, Membangun dan Menginspirasi

Minggu 21 Jun 2026, 19:51 WIB
Ipda Mohamad Irfan Fauzi saat mengajar anak-anak membaca Al-Qur'an di sela-sela misi perdamaian PBB di Sudan. (Sumber: Istimewa)
Ipda Mohamad Irfan Fauzi saat mengajar anak-anak membaca Al-Qur'an di sela-sela misi perdamaian PBB di Sudan. (Sumber: Istimewa)

Pengalaman di Sudan ternyata tidak menjadi akhir dari perjalanan pengabdiannya. Sepulang dari misi perdamaian, semangat berbagi yang ia bawa dari Darfur terus tumbuh.

Salah satu wujudnya adalah ketika ia ikut menginisiasi pembangunan sebuah pondok pesantren di Kota Serang.

Kisah itu bermula dari pertemuannya dengan seorang warga yang mendapat amanah sebidang tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi dari orang tuanya.

Tanah tersebut tidak boleh diperjualbelikan dan hanya diperuntukkan bagi pembangunan pondok pesantren. Melihat peluang itu, Irfan memilih turun tangan.

"Ayo kita sama-sama bareng-bareng," kenangnya.

Dengan dana pribadi dan dukungan swadaya masyarakat, pembangunan pondok dilakukan secara bertahap.

Fasilitas yang tersedia saat itu sangat sederhana. Hanya terdapat lima kamar santri dan satu majelis untuk kegiatan mengaji.

Bahkan pada masa awal pembangunan, pesantren tersebut belum memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus yang memadai.

Meski demikian, semangat belajar para santri tidak pernah surut. Saat Irfan harus melanjutkan tugasnya, pondok sederhana itu telah dihuni sekitar 20 santri yang rutin belajar mengaji.

Hingga kini, pesantren tersebut masih berdiri dan tetap digunakan sebagai tempat belajar agama bagi masyarakat sekitar.

Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Irfan juga menorehkan prestasi di bidang olahraga.

Sejak 2017, ia menekuni olahraga dirgantara, khususnya paramotor dan paralayang.


Berita Terkait


News Update